Pantau - Kemendukbangga/BKKBN berkolaborasi dengan berbagai pihak menyediakan sanitasi layak guna menekan angka stunting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting yang dijalankan Perwakilan BKKBN Provinsi NTB.
Program tersebut diwujudkan melalui pembangunan jamban sehat bagi satu keluarga yang memiliki ibu hamil di Desa Narmada, Kecamatan Narmada, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Pembangunan jamban sehat itu mendapat dukungan dari KORPRI, Penyuluh Keluarga Berencana Desa Narmada, serta Kepala Desa Narmada yang turut membantu penyediaan tambahan bahan bangunan dan tenaga pekerja.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Johari Efendi, mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk nyata pentingnya kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.
"Bantuan pembangunan jamban sehat ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi yang baik mampu menghadirkan solusi konkret bagi keluarga sasaran. Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kita tidak hanya membantu menyediakan sanitasi yang layak, tetapi juga membangun lingkungan sehat," ungkap Johari Efendi.
Pembangunan Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko StuntingBKKBN menghadirkan program Genting sebagai bentuk implementasi kepedulian sosial terhadap keluarga berisiko stunting sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.
Pembangunan jamban sehat dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting di Desa Narmada yang tercatat memiliki 179 keluarga berisiko stunting.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 keluarga diketahui belum memiliki jamban yang layak.
Dukungan dari berbagai pihak diberikan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jamban sehat bagi keluarga penerima manfaat.
Edukasi Sanitasi dan Pemenuhan GiziSelain pembangunan sanitasi, Perwakilan BKKBN Provinsi NTB juga memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat mengenai pentingnya sanitasi yang baik dan pola hidup bersih serta sehat.
Edukasi tersebut juga mencakup pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan upaya pencegahan stunting sejak dini.
Berbagai bantuan tambahan turut disalurkan kepada keluarga sasaran berupa nutrisi seperti telur dan susu yang berasal dari perorangan maupun komunitas.
Johari Efendi berharap gerakan serupa dapat terus diperluas di berbagai daerah di NTB.
"Kami berharap gerakan seperti ini terus diperluas dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting, sehingga tercipta keluarga NTB yang sehat, mandiri, dan berkualitas," kata Johari Efendi.




