WAMENA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan memfasilitasi penyelesaian perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (23/5/2026). Penyelesaian konflik ditandai dengan prosesi adat pelepasan tali busur dan pematahan busur panah di halaman Markas Polres Jayawijaya.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan prosesi ini menandai akhir perang suku di Wamena. Selain prosesi adat, pihaknya juga melakukan penandatanganan surat pernyataan untuk tidak lagi berperang.
Prosesi penyelesaian perang suku ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Huluk, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Bupati Jayawijaya Atenius Murib, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yogibalom, dan Bupati Yahukimo Didimus Yahulimo.
Baca Juga: Polda Papua Kerahkan Brimob Sekat Sejumlah Titik, Cegah Konflik di Wamena Berlanjut
"Kami berharap setelah proses adat ini tidak boleh lagi ada perang suku yang terjadi di Wamena maupun di daerah lainnya di wilayah Papua Pegunungan. Kita semua adalah keluarga dan perang ini jangan lagi terjadi," kata John Tabo dikutip Antara.
"Kami sudah menyelesaikan masalah ini dengan proses adat, maka tidak boleh ulangi lagi perang-perang suku di Wamena maupun Papua Pegunungan secara luas."
John Tabo meminta kepala daerah di Papua Pegunungan menyelesaikan konflik secara adat. Ia pun meminta tidak ada lagi pembayaran "uang kepala" untuk menyelesaikan masalah antarsuku.
"Kami ingatkan kepada bapak-bapak bupati, mohon dengan hormat persoalan begini tidak boleh lagi membantu membayar uang pemerintah kepada rakyat, tetapi diselesaikan secara adat," kata John Tabo.
"Nenek moyang tidak pernah membayar sebuah permasalahan dengan uang, tetapi dengan babi. Maka mulai saat ini setiap masalah di wilayah Papua Pegunungan harus diselesaikan atau dibayar dengan babi."
Baca Juga: TNI Sebut 8 Pendulang Emas di Yahukimo Papua Dibunuh OPM
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- wamena
- perang suku
- konflik wamena
- perang suku wamena
- papua pegunungan





