Pemprov Papua Pegunungan Fasilitasi Penyelesaian Perang Suku di Wamena

kompas.tv
5 jam lalu
Cover Berita
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo bersalaman dengan anggota masyarakat adat Lanny Jaya usai prosesi pelepasan tali busur serta pematahan busur dan anak panah untuk menandai akhir perang antar-suku dalam acara yang dilaksanakan di halaman Markas Polres Jayawijaya di Wamena, Sabtu (23/5/2026). (Sumber: Yudhi Efendi/Antara)

WAMENA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan memfasilitasi penyelesaian perang suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (23/5/2026). Penyelesaian konflik ditandai dengan prosesi adat pelepasan tali busur dan pematahan busur panah di halaman Markas Polres Jayawijaya.

Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan prosesi ini menandai akhir perang suku di Wamena. Selain prosesi adat, pihaknya juga melakukan penandatanganan surat pernyataan untuk tidak lagi berperang.

Prosesi penyelesaian perang suku ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Huluk, Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Bupati Jayawijaya Atenius Murib, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yogibalom, dan Bupati Yahukimo Didimus Yahulimo.

Baca Juga: Polda Papua Kerahkan Brimob Sekat Sejumlah Titik, Cegah Konflik di Wamena Berlanjut

"Kami berharap setelah proses adat ini tidak boleh lagi ada perang suku yang terjadi di Wamena maupun di daerah lainnya di wilayah Papua Pegunungan. Kita semua adalah keluarga dan perang ini jangan lagi terjadi," kata John Tabo dikutip Antara.

"Kami sudah menyelesaikan masalah ini dengan proses adat, maka tidak boleh ulangi lagi perang-perang suku di Wamena maupun Papua Pegunungan secara luas."

John Tabo meminta kepala daerah di Papua Pegunungan menyelesaikan konflik secara adat. Ia pun meminta tidak ada lagi pembayaran "uang kepala" untuk menyelesaikan masalah antarsuku.

"Kami ingatkan kepada bapak-bapak bupati, mohon dengan hormat persoalan begini tidak boleh lagi membantu membayar uang pemerintah kepada rakyat, tetapi diselesaikan secara adat," kata John Tabo.

"Nenek moyang tidak pernah membayar sebuah permasalahan dengan uang, tetapi dengan babi. Maka mulai saat ini setiap masalah di wilayah Papua Pegunungan harus diselesaikan atau dibayar dengan babi."

Baca Juga: TNI Sebut 8 Pendulang Emas di Yahukimo Papua Dibunuh OPM

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV

Tag
  • wamena
  • perang suku
  • konflik wamena
  • perang suku wamena
  • papua pegunungan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggun C Sasmi Kenang Berlian Pertama yang Hilang karena Dirampok
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Ingatkan Masyarakat Sesuaikan Cicilan Rumah dengan Penghasilan
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Minum Air Serai Tiap Pagi Punya 5 Manfaat, Tapi 3 Golongan Ini Jangan
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Iran Tidak Minta Konsesi Apa Pun dari AS, Hanya Ingin Pemulihan Hak
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tanpa Drama, 7 Cara Ampuh Menghilangkan Overthinking ke Pasangan
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.