HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Para pecinta PSM Makassar masih terus menantikan kehadiran markas baru di Kota Daeng. Sejak Stadion Mattoanging runtuh pada 2020, PSM sudah menjadi tim musafir.
Kini, harapan baru mulai terlihat. Pembangunan tahap awal Stadion Sudiang terus digenjot dan saat ini, pondasi stadion tengah dikerjakan. Demikian halnya Stadion Untia, progresnya sedang berjalan
Kepala Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Sulsel Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan, menyampaikan pondasi tribune penonton sedang dikerjakan. “Iya sedang pelaksanaan ground anchor fondasi,” singkatnya.
Ground anchor merupakan teknik konstruksi digunakan untuk memperkuat dan menahan struktur agar tetap stabil. Terutama pada pekerjaan pondasi.
“Tiap-tiap titik fondasi itu ada ground anchor-nya. Jadi pondasi sama dengan anchor itu, ya, anchor pondasi, sebelum dilakukan footplate-nya,” sambung Iwan.
Pembangunan pondasi ditarget paling lambat selesai Juli depan. Proses ini membutuhkan waktu karena menjadi hal krusial dalam aspek bangunan stadion.
“Cuma ada 100 lebih titik ground anchor. Nah, pasca-ground anchor itu baru kita melakukan fondasi foot plate atau pondasi tapak,” ucap Iwan.
Secara sederhana, ground anchor menggunakan sistem penjangkaran yang ditanam ke dalam tanah. Fungsinya menahan gaya tarik dari struktur bangunan di atasnya
Umumnya, teknik ini digunakan pada proyek besar seperti stadion, jembatan hingga gedung bertingkat. Pada pembangunan stadion, ground anchor biasanya menstabilkan pondasi di tanah, sehingga bisa mencegah pergeseran atau longsor. Kemudian menambah daya dukung struktur agar lebih aman dalam jangka panjang.
Jika tidak ada hambatan berarti, pembangunan gedung Stadion Sudiang ditargetkan mencapai 70 persen akhir tahun ini. Pada 2027 mendatang, konstruksi stadion ditargetkan sisa memasuki finalisasi.
“Kita targetnya struktur semua sudah terpasang. Targetnya struktur sampai atap, itu kita maksimalkan di tahun ini, ya. Jadi target kita sampai 65 persen sampai 70 persenlah tahun ini,” jelasnya.
PT Waskita Karya adalah pemenang tender Stadion Sudiang dengan harga penawaran Rp637.155.613.120. Sementara itu, lelang manajemen konstruksi dimenangkan PT Kogas Driyap Konsultan dengan harga penawaran Rp 8.278.028.130.
Pemprov Sulsel sudah menyiapkan lahan 15 hektare di kawasan GOR Sudiang, terdiri dari 7 hektare bangunan stadion dan sisanya untuk fasilitas penunjang lainnya. Kapasitas 27 ribu penonton disiapkan dengan kursi single seat.
Kementerian PU menyiapkan pagu Rp674.952.980.000 atau Rp674,9 miliar. Dari jumlah tersebut, alokasi 2025 sebesar Rp96.042.246.000. Kemudian 2026 Rp454.982.115.000. Sementara alokasi 2027 Rp123.928.619.000.
Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 540 hari kalender terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sampai dengan serah terima pertama.
Tidak hanya Stadion Sudiang, Pemkot Makassar juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp124 miliar untuk pembangunan fisik Stadion Untia tahun ini.
Proyek ini kini memasuki tahap persiapan konstruksi setelah proses lelang manajemen konstruksi (MK) rampung.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan penetapan pemenang tender MK menjadi titik awal percepatan pekerjaan fisik, termasuk penimbunan lahan stadion yang berlokasi di Kecamatan Biringkanaya.
“Dengan adanya pemenang tender MK dan kontrak yang sudah diteken, pembangunan fisik bisa segera berjalan tahun ini,” ujarnya pada Minggu, 24 Mei.
Manajemen konstruksi proyek ini dipercayakan kepada PT Ciriajasa Cipta Mandiri yang telah menandatangani kontrak pada 17 Maret 2026. Saat ini, proyek memasuki tahap penyusunan dokumen teknis dan administrasi sebagai dasar pelaksanaan tender konstruksi fisik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar Zuhaelsy Zubir menjelaskan anggaran Rp124 miliar tersebut akan difokuskan pada pekerjaan awal, terutama pematangan lahan seperti penimbunan kawasan stadion.
Proses tender konstruksi fisik dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 dengan durasi 30-45 hari. Jika berjalan lancar, kontrak pekerjaan fisik ditargetkan efektif pada akhir Juni atau awal Juli 2026.
Pembangunan Stadion Untia sendiri dirancang dengan skema tahun jamak (multiyears). Pada tahun sebelumnya, Pemkot Makassar memprioritaskan penyelesaian aspek legalitas lahan dan dokumen teknis, termasuk feasibility study, analisis dampak lingkungan, dan tata ruang.
“Insyaallah kita tuntaskan dokumen bulan ini. Tim saat ini sedang merampungkan dokumen pemilihan untuk tender fisik, selain itu, MK juga terlibat dalam penyusunan basic design serta rancangan dokumen pengadaan,” ujarnya.
Dengan masuknya proyek ke tahap konstruksi dan dukungan anggaran signifikan pada 2026, pembangunan Stadion Untia dinilai makin mendekati realisasi sebagai infrastruktur olahraga di kawasan utara Makassar.
Sekjen Red Gank, Sadakati Sukma mengatakan, sepak bola adalah foto dan stadion adalah bingkainya. Ketika bingkai tidak memiliki foto akan terlihat hampa. Begitupun sebaliknya, foto tanpa bingkai tidak akan sempurna.
“Jadi foto itu kalau tidak ada bingkainya, mau digantung, disimpan di manapun itu akan tercerai-berai, tidak akan terjaga dengan baik. Jadi keberadaan stadion untuk menunjang prestasi PSM adalah salah satu faktor yang sangat penting. Karena tim bermain di kandang sendiri semangat akan berlipat ganda,” jelasnya.
Begitu juga sebaliknya, kehadiran stadion di Kota Makassar akan memberikan animo lebih bagi para suporter. Mereka akan berbondong-bondong datang dan memberikan dukungan kepada PSM Makassar.
“Walaupun Parepare berada di wilayah Sulsel, tidak akan akan sama ketika PSM itu berlaga bermain di Makassar, kotanya sendiri,” ucapnya.
Akan tetapi, dia pesimis stadion bisa hadir di Kota Makassar dalam waktu dekat. Bahkan dia memprediksi, stadion di Makassar bisa digunakan PSM setelah tiga tahun ke depan atau bahkan lebih dari itu.
“Tentu dua musim depan saya sangat tidak yakin kita akan menggunakan stadion yang sekarang sedang dibangun. Ini butuh waktu dua, tiga tahun ke depan, bahkan saya bisa katakan lebih dari tiga tahun baru bisa kita gunakan itu,” ungkapnya. (wid-uca-ams/zuk)




