Bacakan Pleidoi, Noel Ungkit Pernah Dorong Penghapusan Syarat Diskriminatif di Lowongan Kerja

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel menyinggung praktik syarat diskriminatif dalam lowongan kerja saat membacakan sidang pembelaan (pleidoi) perkara dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dalam pleidoinya di hadapan majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/5/2026), Noel menyebut dirinya pernah mendorong lahirnya surat edaran mengenai penghapusan syarat-syarat diskriminatif bagi pencari kerja.

“Yang kedua adalah surat edaran yang mendorong penghapusan syarat-syarat pencari kerja yang diskriminatif seperti batas usia yang tidak relevan, syarat good looking, tinggi badan, status perkawinan dan syarat lain yang tidak berhubungan langsung dengan kemampuan pekerja,” kata Noel.

Baca juga: Pleidoi Noel Ebenezer Singgung Penahanan Ijazah sebagai Perbudakan Modern

Ia menilai syarat-syarat tersebut membuat banyak masyarakat kehilangan kesempatan kerja meski memiliki kemampuan.

“Banyak pencari kerja terutama dari keluarga sederhana kehilangan kesempatan bukan karena mereka tidak mampu bekerja, tetapi karena terhalang syarat-syarat yang tidak relevan,” ujarnya.

Noel mencontohkan syarat usia hingga penampilan fisik yang kerap dicantumkan dalam lowongan pekerjaan.

“Misalnya, pencari kerja disyaratkan umur minimum 21 tahun sampai 35 tahun dan juga ada syarat good looking, tinggi badan dan sebagainya,” tuturnya.

Menurut Noel, syarat tersebut berdampak pada semakin sulitnya masyarakat memperoleh pekerjaan.

Baca juga: Noel Ebenezer Cerita Pernah Mengais Gelas hingga Cuci Mobil demi Lanjut Sekolah

“Lalu bagaimana dengan mereka yang secara fisik tidak memiliki ketinggian badan yang cukup, akhirnya ini berdampak pada angka kemiskinan,” katanya.

“Lalu bagaimana mereka yang tidak memiliki good looking? Ini juga secara sistematik negara sepertinya abai,” sambung Noel.

Ia menegaskan praktik tersebut tidak adil bagi masyarakat kecil yang tengah berjuang mencari pekerjaan.

“Saya memandang hal itu tidak adil,” ucap Noel.

“Rakyat kecil sudah cukup berat mencari hidup. Jangan lagi mereka disingkirkan hanya karena wajah, usia, tinggi badan, atau status pribadi yang tidak berhubungan langsung dengan kemampuan bekerja,” lanjutnya.

Baca juga: Noel Akui Salah dan Menyesal di Sidang Pleidoi Kasus Dugaan Pemerasan K3

Karena itu, Noel mengaku mendorong lahirnya kebijakan penghapusan syarat diskriminatif dalam proses rekrutmen kerja.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Karena itu, saya mendorong lahirnya surat edaran mengenai penghapusan syarat-syarat diskriminatif dengan lowongan kerja,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pelaku Curanmor di Tambora Jakbar Sasar Pelajar, Tuduh Korban Lakukan Kejahatan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Tawuran Dekat Stasiun Klender Dibubarkan, Petasan hingga Busur Disita
• 10 jam laludetik.com
thumb
Waka BGN Sony Datangi Polri, Koordinasi soal Dugaan Jual Beli Titik SPPG
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pembunuhan Wanita Tergantung di Serang: Pelaku Kesal Dikatai saat Pinjam Uang
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Ditahan Israel, Thoudy Badai Ajak Publik Terus Suarakan Palestina
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.