Mantan Karyawan WO Marwah Mengaku Tak Digaji hingga 8 Bulan

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Mantan pegawai Marwah Wedding Organizer (WO) Catering Service, Iman, mengaku tidak menerima gaji selama hampir delapan bulan bekerja di perusahaan penyelenggara pernikahan tersebut.

Iman menyebut dirinya bekerja sebagai petugas dekor dan pramusaji, namun sejak awal masuk ia tidak pernah mendapatkan bayaran meski telah menangani puluhan acara.

“Hampir 7-8 bulanan. Enggak digaji, banyak orang yang belum digaji juga,” ungkapnya di Jakarta Timur, sebagaimana laporan jurnalis KompasTV, Ardi Praseno yang dikutip Kompas.com, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Kantor WO Marwah yang Diduga Tipu Pengantin di Bekasi Sudah Tutup

Ia mengatakan sudah mengerjakan sekitar 30 event dekorasi dengan sistem upah per acara sebesar Rp250 ribu. Namun, seluruh hak tersebut tidak pernah dibayarkan.

“Kalau (upah) dekor sama gaji per bulan itu beda,” katanya.

Selain upah per event, ada juga skema gaji bulanan sebesar Rp3,5 juta.

Namun seluruh pembayaran tidak pernah diterima sejak awal bekerja.

Adapun jumlah karyawan di WO tersebut yang semula mencapai sekitar 70 orang kini tersisa hanya 3 orang.

Sebelumnya, WO Marwah dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan penyedia jasa perkawinan oleh sepasang pengantin asal Bekasi, Aldi (32) dan Feny (32).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Bayu Kurniawan mengatakan, petugas akan memeriksa kantor WO tersebut

Baca juga: WO Marwah di Cakung Baru 6 Bulan Beroperasi, Banyak Calon Pengantin Komplain

"Korban baru buat laporan polisi sore kemarin. LP sudah dibuat, otomatis kita melakukan kegiatan penyelidikan terlebih dahulu. Kita rencana mau mengecek kantornya di JGC terlebih dahulu," ujar Bayu saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (25/5/2026).

Bayu mengatakan bahwa korban sempat mencoba atau memilih pakaian pengantin di kantor WO.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Korban sempat fitting baju di kantornya di JGC. Kita mau cek dulu ke sana, benar enggak ada kantornya di sana," ungkapnya.

Bayu menerangkan, sejauh ini polisi telah meminta klarifikasi terhadap tiga orang terkait dugaan penipuan WO di Cakung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1.152 SPPG Disetop Sementara, Kepala BGN: Tidak Ada Kompromi untuk Standar MBG
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Ketika Siulan Menjadi Luka 
• 6 jam laluharianfajar
thumb
1.152 Dapur MBG Masih Disetop, BGN Tegaskan: Tak Ada Toleransi untuk Layanan di Bawah Standar
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Rheza Danica Ahrens Nilai AHDC 2026 Jadi Modal Penting Regenerasi Pembalap Muda
• 5 jam laludisway.id
thumb
GMTD Tebar Hewan Kurban di Tanjung Bunga
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.