KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menyebut negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berjalan.
Hal ini disampaikan Rubio saat melakukan kunjungan resminya ke India.
Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang, membuka kembali Selat Hormuz dan membuat Iran menyerahkan persediaan uraniumnya.
Sejumlah pejabat Amerika mengatakan draft kesepakatan itu mencakup pengakhiran perang antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.
Rubio meyakini langkah negosiasi kali ini banyak didukung oleh masyarakat global, termasuk negara di wilayah Teluk.
Iran masih membuka proses negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Namun, di tengah proses negosiasi, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak akan berkompromi terkait martabat Iran sebagai negara yang mengelola nuklir.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan kesepakatan soal konflik dengan Iran, termasuk pembukaan Selat Hormuz, telah berhasil dinegosiasikan setelah pembicaraan dengan Israel dan sekutu lainnya di kawasan tersebut selama akhir pekan.
Kesepakatan potensial akan mencakup komitmen Iran bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan Teheran setuju untuk melepaskan persediaan uranium yang diperkaya tinggi.
Lalu apakah kesepakatan kedua negara ini akan memberikan dampak yang cepat kepada pasar global?
Untuk membahasnya, telah bergabung bersama kami Nostalgiawan Wahyudi selaku Pengamat Timur Tengah BRIN dan Qasem Muhammadi, Dosen International Institute for Islamic Studies melalui sambungan Zoom.
Baca Juga: [FULL] AS-Iran Bahas Finalisasi Kesepakatan, Akankah Damai Tercapai? Ini Kata Pakar | KOMPAS MALAM
#iran #selathormuz #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- iran
- amerika
- selat hormuz
- trump
- kesepakatan as iran
- selat hormuz dibuka





