Makkah: Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, meninjau langsung proses keberangkatan jemaah haji Indonesia di Hotel Luluat Albait, kawasan Syisah, Makkah, Arab Saudi, Senin, 25 Mei 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh jemaah yang mulai bertolak menuju Arafah guna menjalani fase puncak ibadah haji.
“Kami sudah menghitung manual kasur dan jumlah untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat kasur dan dapat tenda,” kata Irfan saat memastikan kematangan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dilansir Media Indonesia.
Baca Juga :
Jelang Wukuf Arafah, Patuna Travel Pastikan Kesiapan JemaahSelain memastikan kesiapan fasilitas fisik dan pasokan konsumsi, Irfan juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan secara ekstra. Hal ini dinilai sangat krusial mengingat cuaca ekstrem dan suhu panas menyengat tengah melanda Arab Saudi.
“Jemaah jangan banyak jalan-jalan keluar. Panas, itu berbahaya bagi kesehatan. Jadi lebih baik di dalam tenda, berdoa, berzikir, apa pun yang bisa dilakukan,” pintanya.
Ia pun berharap kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah tahun ini dapat terus dipertahankan demi kekhusyukan beribadah. “Mudah-mudahan layanan yg baik ini bisa terus berjalan, dan bisa lebih baik lagi,” tutur Gus Irfan.
Menyikapi tantangan cuaca ekstrem tersebut, tim medis di lapangan juga telah disiagakan. Petugas Layanan Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menegaskan jemaah harus membekali diri dengan pengetahuan mandiri untuk mendinginkan tubuh. Hal ini penting demi menghindari risiko kelelahan panas (heat exhaustion) hingga sengatan panas (heat stroke).
Fathi membagikan teknik efektif membuang panas tubuh secara cepat, salah satunya dimulai dengan teknik kompres pada titik anatomi pembuluh darah besar yang dekat dengan permukaan kulit.
"Jika merasa gerah menyengat, jangan hanya mengompres dahi. Basahi handuk kecil atau kain, lalu tempelkan pada area pembuluh darah besar yang dekat dengan permukaan kulit, yaitu leher belakang atau samping, ketiak, dan lipatan paha," ujarnya.
Calon jemaah haji. Foto: Media Indonesia/Media Center Haji 2026/Akmal Fauzi.
Melalui metode tersebut, suhu darah akan cepat turun dan mengalirkan rasa sejuk ke seluruh tubuh. Selain itu, jemaah juga disarankan memaksimalkan teknik semprot dan kipas untuk membuang panas tubuh secara instan menyerupai mekanisme pengeluaran keringat.
"Sediakan botol semprot kecil berisi air di dalam tas. Semprotkan air tipis-tipis ke wajah, lengan, dan leher, lalu kipas secara manual atau menggunakan kipas angin portable," kata Fathi.




