Jakarta, VIVA – Chicken skin atau camilan kulit ayam belakangan semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Teksturnya yang renyah dipadukan rasa gurih khas membuat snack satu ini punya banyak penggemar, mulai dari anak muda, pekerja kantoran, hingga pecinta street food.
Fenomena camilan kulit ayam sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Selama bertahun-tahun, kulit ayam goreng sering dianggap sebagai bagian paling “rebutan” saat menyantap ayam crispy maupun ayam goreng kaki lima. Kini, tren tersebut berkembang menjadi produk camilan tersendiri dalam bentuk kemasan praktis yang mudah dinikmati kapan saja. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Popularitas chicken skin juga semakin meningkat seiring maraknya konten kuliner di media sosial. Banyak food reviewer hingga kreator konten menjadikan camilan kulit ayam sebagai salah satu snack favorit karena sensasi kriuknya yang khas dan cocok dijadikan teman bekerja, menonton film, hingga bepergian.
Melihat tren tersebut, Shihlin Taiwan Street Snacks meluncurkan produk terbaru berupa Crunchy Chicken Skin. Produk ini resmi diperkenalkan dan mulai tersedia di lebih dari 100 outlet di wilayah Jabodetabek.
Produk tersebut hadir dalam format camilan praktis yang dirancang untuk mudah dibawa dan dikonsumsi di berbagai situasi. Kehadiran snack ini juga disebut menjadi bagian dari perkembangan tren makanan on-the-go yang kini semakin diminati masyarakat urban.
Marketing Manager Shihlin Indonesia, Bella Tjandra, mengatakan produk tersebut dibuat untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan camilan praktis namun tetap memiliki cita rasa khas.
“Produk ini dirancang untuk menghidupkan suasana di setiap momen—mulai dari teman istirahat di kampus, camilan saat di perjalanan, hingga pendamping produktivitas di kantor sesuai dengan kampanye "Crunch, Anytime," kata Bella saat peluncuran produk tersebut di store Shihlin Central Park Mall, Jakarta Barat, Senin 25 Mei 2026.
Menurut Bella, produk Crunchy Chicken Skin tidak dikembangkan secara instan. Proses riset dan pengembangan disebut berlangsung selama kurang lebih satu tahun sebelum akhirnya resmi dipasarkan ke publik.
Selain rasa, faktor keamanan pangan juga menjadi perhatian utama mengingat camilan siap santap kini semakin luas pasarnya di Indonesia. Produk tersebut juga telah mengantongi sertifikasi Halal Indonesia.





