Sumbar Potensial jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PADANG - Bank Indonesia menyampaikan Provinsi Sumatra Barat memiliki modal budaya dan sosial yang sangat kuat untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, M. Abdul Majid Ikram mengatakan ekonomi dan keuangan syariah kini telah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Potensi ini bisa menjadi modal untuk terus mengembangkan ekonomi syariah di Sumbar," katanya dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).

Dia juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sumbar saat ini tetap positif dengan capaian 5,02%. Menurutnya, penguatan ekosistem ekonomi syariah diyakini dapat semakin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, Sumbar kembali masuk kandidat penilaian Anugerah Adinata Syariah tingkat nasional setelah sebelumnya meraih peringkat kedua pada 2025.

"BI mendukung dan mendorong berbagai program dan inovasi dari pemerintah daerah agar ekonomi syariah bisa semakin baik di Sumbar," ujarnya. 

Baca Juga

  • Jalan Terjal Investasi Syariah: Terbentur Regulasi hingga Minim Literasi
  • Alhamdulillah 15 Tahun Indeks Syariah ISSI: Menangkap Peluang Valuasi Ekonomi Berkelanjutan
  • OPINI: Membangun Konglomerasi Bank Syariah vs Rasionalisasi BUMN

Kemudian, Gubernur Sumbar Mahyeldi mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia mengatakan Sumbar memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat dalam pengembangan ekonomi syariah. Karakter sosial masyarakat yang memegang teguh falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) juga dinilai selaras dengan prinsip ekonomi syariah.

“Sumbar punya modal kuat menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan baru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini yang perlu kita optimalkan ke depan," tegasnya.

Dia bilang perkembangan sektor riil berbasis halal seperti kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga pengelolaan zakat produktif menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat di Sumbar.

Namun demikian, Mahyeldi mengingatkan masih adanya tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait literasi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah serta belum optimalnya integrasi antara industri halal dan sektor keuangan syariah.

Oleh karena itu, dia menilai pengembangan ekonomi syariah perlu dilakukan secara kolaboratif melalui penguatan ekosistem yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai wacana. Ia harus hadir sebagai kekuatan dan solusi nyata untuk membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," harapnya

Mahyeldi juga berharap DAUN Syariah Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, dapat memperluas literasi dan inklusi ekonomi syariah di tengah masyarakat, sekaligus mempertegas posisi Sumbar sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis budaya dan inovasi digital.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kia Total Care Jadi Jaminan Layanan Purna Jual di Indonesia
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Pangan Melonjak Jelang Iduladha 2026, Apa Faktor Pemicunya?
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Pemkot Malang terjunkan 400 petugas periksa hewan kurban
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Komplotan Curanmor Jakbar Pakai Uang Hasil Kejahatan untuk Pesta Sabu
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Host Live Pornografi TikTok Ditangkap, Polisi Temukan Talent di Bawah Umur
• 16 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.