Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta seluruh prajurit TNI yang bertugas di Tanah Papua untuk terus menjaga sinergi dan hubungan baik dengan masyarakat setempat.
Pesan itu disampaikan saat Sjafrie memberikan pengarahan langsung kepada prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Sjafrie mengingatkan seluruh operasional militer dibiayai negara melalui uang rakyat. Karena itu, kehadiran prajurit di daerah operasi harus membawa dampak positif serta menjadi solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat.
Baca juga: Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Baca Juga:Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Daycare Little Aresha Jogja“Seluruh perlengkapan dan fasilitas yang digunakan prajurit berasal dari rakyat, sehingga setiap prajurit harus senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” ujar Sjafrie, Selasa (26/5/2026).Sjafrie juga menekankan pentingnya setiap personel menjaga sikap, menahan diri, dan menghindari tindakan yang dapat melukai hati warga di wilayah penugasan. Menurut Sjafrie, TNI merupakan tentara rakyat yang lahir dari rakyat, mengabdi kepada rakyat, dan pada akhirnya kembali ke tengah masyarakat.
Lihat video: Menhan Sjafrie Kunjungi Batalyon Teritorial Pembangunan 857/Gana GajahsoraSelain itu, Sjafrie mengingatkan prajurit agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keprajuritan, yakni Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI selama menjalankan tugas konstitusional menjaga kedaulatan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie menjelaskan bahwa kunjungan kerjanya ke salah satu wilayah terluar Indonesia itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi prajurit sekaligus memberikan motivasi moral.
“Kehadiran saya bertujuan untuk memberikan semangat sekaligus apresiasi kepada para prajurit muda yang bertugas di daerah operasi,” jelasnya.
Meski Yonif TP 861 merupakan satuan pembinaan yang berfokus pada pelatihan dan pembentukan kemampuan dasar militer, Sjafrie menegaskan seluruh personel tetap harus memiliki kesiapan penuh dalam menjalankan tugas di wilayah operasi.
Baca Juga:Kapolri Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas saat Buka Muktamar Pemuda Persis“Namun seluruh personel tetap harus memiliki kesiapan penuh sebagai prajurit yang bertugas di wilayah operasi,” tegas Sjafrie.
Dengan letak geografis penugasan yang berada di ujung timur Indonesia, prajurit Yonif TP 861/Maleo Kamur dituntut selalu siaga menghadapi dinamika tantangan tugas yang kompleks. Karena itu, Sjafrie menginstruksikan para komandan satuan untuk terus menjaga kekompakan, mengasah kemampuan bela diri taktis, serta memperkuat rasa persaudaraan internal tanpa memandang suku maupun daerah asal.
#nasional




