Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pengelola gerai KFC, PT Fast Food Indonesia Tbk. (FAST) mampu membukukan kinerja yang solid sepanjang periode Januari—Maret 2026. Pada periode ini, KFC bahkan mampu membukukan laba bersih senilai Rp13,28 miliar dari kerugian pada periode yang sama 2025.
Melansir laporan keuangannya, KFC mampu membukukan pendapatan senilai Rp1,42 triliun sepanjang kuartal I/2026 yang mencerminkan kenaikan 18,59% YoY dibandingkan Rp1,19 triliun pada periode yang sama 2025.
Pertumbuhan pendapatan perseroan secara kompak didorong oleh bertumbuhnya penjualan KFC di sejumlah Restaurant Support Center (RSC) atau wilayah. Di Jakarta, KFC membungkus pendapatan senilai Rp498,04 miliar atau bertumbuh 14,08% YoY. Sementara di Medan, pertumbuhannya mencapai 33,36% YoY menjadi Rp106,01 miliar.
Begitu juga dengan Makassar yang membukukan pertumbuhan penjualan 16,75% YoY, Palembang bertumbuh 31,99% YoY, Bandung 26,01% YoY, dan wilayah lainnya bertumbuh sebesar 16,91% YoY.
Sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan, KFC juga membukukan beban pokok pendapatan yang membengkak menjadi Rp598,59 miliar atau tumbuh 23,29% YoY dari Rp485,50 miliar.
Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, KFC akhirnya mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp13,28 miliar. Torehan itu bertumbuh signifikan dibandingkan kerugian Rp36,77 miliar pada periode yang sama 2025.
Dari sisi neraca keuangan, KFC mampu membukukan total aset senilai Rp5,19 triliun per Maret 2026, naik dibandingkan Rp4,94 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan terutama disebabkan oleh naiknya aset lancar menjadi Rp735,52 miliar.
Sementara itu, total liabilitas yang mampu dibukukan KFC juga membengkak menjadi Rp4,72 triliun per Maret 2026, naik dari Rp4,51 triliun pada Desember 2025.
Total ekuitas perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp464,69 miliar per Maret 2026, dari Rp435,85 miliar per Desember 2025.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5553623/original/005266200_1775990330-IMG_20260412_173504_666.jpg)

