Grid.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Anti-Corruption Film Festival atau ACFFEST Movie Day 2026. Selain pemutaran film dan diskusi publik, tahun ini ACFFEST juga membuka kompetisi film pendek bertema antikorupsi. Kompetisi bertajuk “Dari Lensa, Integritas Terjaga” tersebut terdiri dari tiga kategori, yakni Kompetisi Film Pendek Fiksi, Kompetisi Film Pendek Pelajar, dan Kompetisi Film Pendek Vertikal Kementerian/Lembaga. Pendaftaran dibuka hingga 29 Mei 2026. Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief mengatakan, kompetisi ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak generasi muda menyuarakan nilai antikorupsi melalui medium film. Menurut Amir, film dinilai lebih mudah diterima masyarakat sehingga pesan tentang integritas dan keberanian melawan korupsi bisa tersampaikan dengan lebih dekat. Dalam kompetisi ini, lima proposal ide cerita terbaik akan mendapatkan bantuan dana produksi sebesar Rp 60 juta. Baca Juga: Cara Raline Shah Menjaga Tubuh Tetap Fit di Tengah Aktivitas Padat Peserta terpilih nantinya akan menjalani proses produksi film selama Juli hingga September 2026. Film yang telah selesai diproduksi kemudian akan diputar pada malam penganugerahan ACFFEST 2026 di Jakarta pada November mendatang, menjelang Hari Antikorupsi Sedunia. Adapun tema film yang diangkat harus berkaitan dengan antikorupsi dan nilai integritas, seperti kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kepedulian, hingga keadilan. ACFFEST Movie Day 2026 sendiri digelar di 12 provinsi dan mencakup 40 kota/kabupaten di Indonesia. DKI Jakarta menjadi lokasi penutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya berlangsung di berbagai daerah sejak April 2026. Di Jakarta, kegiatan berlangsung di SMP 125 Kalideres, RPTRA Pinang Indah, dan Gripa Studio. Rangkaian acaranya meliputi pemutaran film pendek, diskusi bersama komunitas film dan akademisi, pertunjukan seni, produksi konten, hingga dialog publik. Baca Juga: Pemprov Jabar Ambil Alih Pengelolaan RSUD MA Sentot Patrol, Dedi Mulyadi Janjikan Pelayanan Lebih Baik Penulis film Andaka Janu dan Hutang Nyawa, Febri Darmayanti, menilai program seperti ACFFEST penting untuk membuka ruang bagi sineas muda daerah agar karya mereka bisa ditonton lebih luas. Menurutnya, tantangan perfilman daerah bukan hanya soal produksi, tetapi juga ruang penonton. “Program ini bagus karena mampu membentuk pasar atau penonton untuk terbiasa diajak berpikir kritis melalui film,” ujar Febri. Febri juga menilai, isu korupsi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari justru lebih mudah diangkat dalam film pendek karena berasal dari pengalaman nyata para pembuat film. Informasi lengkap mengenai kompetisi dan pendaftaran dapat diakses melalui media sosial ACFFEST di @acffest.kpk maupun situs www.acffest.com. Artikel Asli

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F27%2Fc498a171c63ccffa8256c7ecb47e3cd7-Agt02.jpg)


