Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 36 calon hakim agung (CHA) yang lulus seleksi kualitas tahun 2026 di Auditorium KY, Jakarta, pada Selasa (26/5/2026).
Pengumuman ini berdasarkan keputusan rapat pleno Komisi Yudisial tanggal 26 Mei 2026, sebagaimana tertuang dalam Pengumuman Nomor 6/PENG/PIM/RH.01.03/05/2026 untuk calon hakim agung.
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi sekaligus Juru Bicara KY, Anita Kadir, menyampaikan pengumuman tersebut dan menyebut seluruh nama yang tercantum berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
“Peserta seleksi calon hakim agung yang namanya tercantum di atas berhak mengikuti seleksi kesehatan dan kepribadian,” kata Anita saat membacakan pengumuman.
Berikut daftar lengkap nama-nama CHA yang lulus seleksi kualitas:
Calon Hakim Agung - Kamar Pidana1. A Bondan, S.H., M.H. (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh)
2. Abdul Azis, S.H., M.H. (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru)
3. Dr. Albertina Ho, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda)
4. Alimin Ribut Sujono, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Banjarmasin)
5. Dr. Ansori, S.H., M.H. (Hakim Ad Hoc Tipikor di Mahkamah Agung)
6. Bambang Myanto, S.H., M.H. (Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum)
7. Binziad Kadafi, S.H., LL.M., Ph.D. (Advokat Binziad Kadafi, S.H., LL.M., Ph.D. Law Office)
8. Dr. Dahlan, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Pekanbaru)
9. Dr. Dhifla Wiyani, S.H., M.H. (Advokat DW & Partners)
10. Dr. Muhammad Sainal, S.H., M.Hum. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Makassar)
11. Dr. Hj. Nirwana, S.H., M.Hum. (Ketua Pengadilan Tinggi Makassar)
12. Pasti Tarigan, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar)
13. Dr. Ronald S. Lumbuun, S.H., M.H. (Kepala Biro Hukum, Komunikasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Hukum)
14. Setyanto Hermawan, S.H., M.Hum. (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya)
15. Dr. Sudharmawatiningsih, S.H., M.Hum. (Panitera Mahkamah Agung)
16. Dr. Sugeng Riyadi, S.H., M.H. (Dekan Fakultas Sosial, Ekonomi, dan Humaniora Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto)
17. Sugiyanto, S.H., M.H. (Sekretaris Mahkamah Agung)
18. Dr. Suprapti, S.H., M.H. (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang)
19. Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H. (Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung)
Calon Hakim Agung - Kamar Perdata1. Bambang Hery Mulyono, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar)
2. Dr. Henny Trimira Handayani, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar)
3. IG Eko Purwanto, S.H., M.Hum. (Hakim Tinggi Badan Pengawasan Mahkamah Agung)
4. Dr. Nurnaningsih, S.H., M.Kn. (Notaris di Kantor Notaris Dr. Nurnaningsih, S.H., M.Kn.)
5. Dr. Sobandi, S.H., M.H. (Kepala Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung)
6. Suwarno, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar)
Calon Hakim Agung - Kamar Agama1. Drs. H. Achmad Nurul Huda, M.H. (Hakim Tinggi Badan Pengawasan Mahkamah Agung)
2. Dr. Khoirul Anwar, S.Ag., M.H. (Hakim Tinggi Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung)
3. Dr. Mamat Ruhimat, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandung)
4. Dr. Drs. Moch. Sukkri, S.H., M.H. (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung)
5. Dr. Musthofa, S.H., M.H. (Panitera Muda Perdata Agama Mahkamah Agung)
Calon Hakim Agung - Kamar Tata Usaha Negara Khusus Pajak1. Dr. Andre Irwanda, S.E., Ak., S.H., M.B.A., M.H. (Hakim Pengadilan Pajak)
2. Dr. Arifin Halim, S.E., S.H., M.H. (Konsultan Pajak)
3. Dr. Ismail Rumadan, M.H. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Nasional)
4. Dr. L.Y. Hari Sih Advianto, S.S.T., S.H., M.M., M.H. (Hakim Pengadilan Pajak)
5. Dr. Maftuh Effendi, S.H., M.H. (Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara Tata Usaha Negara Mahkamah Agung)
6. Prof. Dr. Yeheskiel Minggus Tiranda, S.H., M.H., PCCP., CLA. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang)
Selain meloloskan 36 CHA, KY juga meluluskan 4 calon hakim ad hoc Hak Asasi Manusia (HAM) di Mahkamah Agung dan 2 calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di MA.
Hal ini berdasarkan keputusan pleno Komisi Yudisial Nomor 7/PENG/PIM/RH.04.03/05/2026 untuk calon hakim ad hoc HAM, dan Nomor 8/PENG/PIM/RH.04.03/05/2026 untuk calon hakim ad hoc Tipikor.
Berikut nama-namanya:
Calon Hakim Ad Hoc HAM di Mahkamah Agung1. Edwin Partogi Pasaribu, S.H., M.H. (Advokat pada UHP Law Firm)
2. Hendra, S.T., S.H., M.H., G.R.C.E. (Ketua Dewan Pengawas pada YLBHI Catur Bhakti)
3. Rocky Panjaitan, S.H. (Ketua Pengadilan Tinggi Tanjung Karang)
4. Vince Buyo, S.H., M.H. (Purnawirawan TNI)
Calon Hakim Ad Hoc Tipikor di Mahkamah Agung (2 orang)1. Dr. Andreas Eno Tirtakusuma, S.H., S.Ak., M.H. (Hakim Ad Hoc Tipikor Pengadilan Tinggi Surabaya)
2. Sudjono, S.H., M.H. (Plt. Kepala Pengadilan Militer 1-04 Palembang)
Para peserta yang lolos selanjutnya akan mengikuti seleksi kesehatan dan kepribadian yang dijadwalkan berlangsung pada 3-5 Juni 2026.
KY menegaskan keputusan seleksi kualitas bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Calon yang lulus seleksi kualitas namun tidak mengikuti seleksi kesehatan dan kepribadian dinyatakan gugur.
“Peserta seleksi diminta mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu keberhasilan atau kelulusan dalam proses seleksi,” ujar Anita.
KY Ajak Publik Berpartisipasi Telusuri Rekam Jejak CHADalam kesempatan yang sama, Anggota KY selaku Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Abhan, mengatakan seleksi kesehatan dan kepribadian turut mencakup komponen rekam jejak.
“Di dalam tes seleksi kesehatan dan kepribadian itu ada komponen soal rekam jejak,” kata Abhan.
KY pun membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan informasi tentang para calon.
“Kami tentu menyampaikan berharap masyarakat dengan identitas yang jelas diharapkan dapat memberikan informasi atau pendapat secara tertulis tentang rekam jejak, integritas, kapasitas, perilaku, dan karakter calon hakim agung,” lanjutnya.
Sementara itu, Anggota KY selaku Ketua Bidang Rekrutmen Hakim, Andi Muhammad Asrun, menambahkan, partisipasi publik menjadi elemen penting dalam proses ini karena penilaian tidak hanya mencakup kemampuan intelektual, tetapi juga integritas pribadi para calon.
“Jadi tidak hanya dari segi kualitas intelektual, tapi integritas pribadi juga kita harapkan. Namanya juga Hakim Agung kan, agung kelakuannya agung pikirannya,” kata Andi Asrun.
Ia juga secara khusus mendorong keterlibatan berbagai elemen publik untuk ikut menelusuri rekam jejak para calon.
“Partisipasi wartawan juga penting tuh ikut melacak. Kayak kelompok NGO penting, kelompok NGO antikorupsi, pemantau peradilan penting. Jadi kita pengen tahu,” ujarnya.
KY juga meminta masyarakat melaporkan informasi melalui hotline, surat elektronik, maupun kanal pengaduan resmi KY.
“Andaikata ada isu dan persoalan yang disampaikan publik, nanti kita klarifikasi. Dan kita kirim tim juga. Investigasi ini gimana,” kata Asrun.





