Dituding Peserta Pengganti, Keisha Anak Ibu Kantin di Jeneponto Ungkap Fakta Pengumuman Seleksi Paskibraka

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JENEPONTO – Di tengah polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang viral di media sosial, nama Keisha Ratu Utami mendadak menjadi sorotan publik.

Siswi kelas 10 SMAN 1 Jeneponto itu disebut sebagai peserta yang menggantikan Cathlyn Yvaine Lesmana siswi SMA asal Makassar dalam proses seleksi menuju tingkat nasional.

Namun dibalik derasnya komentar dan tudingan warganet, Keisha memilih tetap tenang.

Remaja kelahiran 9 Mei 2010 dengan tinggi badan 168 sentimeter itu enggan membalas berbagai komentar publik yang meragukan kelulusannya.

Putri pasangan Samsuar, seorang guru madrasah tsanawiyah, dan Dewi Amelia yang bekerja sebagai ibu kantin sekolah tempat suaminya mengajar itu hanya tersenyum saat ditemui Fajar di Kantor Bupati Jeneponto, Selasa (26/5/2026).

Keisha mengaku pencapaiannya tidak diraih secara instan. Gadis yang bercita-cita menjadi polisi wanita ini mengaku termotivasi oleh sang kakak yang pernah menjadi anggota Paskibraka tingkat kabupaten pada 2019.

“Saya aktif latihan karate dan Paskib mulai saat masuk SMA. Saya termotivasi karena sebelumnya senang melihat kakak saya jadi anggota Paskib tingkat kabupaten pada tahun 2019,” kata Keisha didampingi ayah dan Kepsek SMAN 1 Jeneponto.

Ia kemudian menceritakan secara rinci tahapan seleksi yang berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Mei 2026 di beberapa lokasi berbeda di Makassar.

Hari pertama seleksi digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel untuk pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), hingga pemeriksaan kesehatan.

Memasuki hari kedua, peserta menjalani tes kesamaptaan dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) di Makodam XIV Hasanuddin dan GOR Kantor Gubernur Sulsel.

Sedangkan hari ketiga diisi tes wawancara, kepribadian, hingga penampilan bakat.”Penampilan bakat saga menari dengan pita,” jelasnya.

Pengumuman enam peserta yang dinyatakan lolos ke tahap nasional mewakili Sulsel termasuk Keisha dilakukan langsung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pusat pada Kamis (21/5/2026) sore dan disaksikan seluruh peserta, serta tim seleksi provinsi maupun panitia seleksi pusat.

Momen pengumuman tersebut bahkan terekam dalam video pendampingan dari pihak Pemkab Jeneponto. Dalam video itu, nama Keisha disebut paling pertama.

“Pertama namaku dipanggil lalu saya naik panggung,” ucapnya.

Keisha juga menanggapi isu yang menyebut ada peserta tertentu dianulir karena tidak mampu berbahasa daerah. Menurutnya, pertanyaan terkait bahasa daerah diberikan kepada seluruh peserta saat tahapan seleksi berlangsung.

“Semua ditanya bisa bahasa daerah tidak, ada peserta dari Sidrap, Sinjai, Bantaeng banyak yang menjawab tidak bisa jadi diminta lagi duduk,” katanya.

Ia menyebut, peserta putri yang dipanggil lolos ke tahap pusat berasal dari Jeneponto, Gowa, dan Bone. Sementara peserta putra berasal dari Maros, Makassar, dan Parepare.

“Waktu pengumuman semua peserta 100 orang ada di dalam ruangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jeneponto, Kamaruddin Upa, turut membantah isu anulir dan dugaan diskriminasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Di mana pernah ada pengumuman pertama, kenapa bisa dikatakan dianulir. Kalau ada bahasa anulir berarti ada pengumuman pertama kemudian diganti dengan pengumuman kedua,” tegas Kamaruddin.

Ia menjelaskan Kabupaten Jeneponto mengirim empat peserta dalam seleksi tingkat provinsi. Para peserta sebelumnya mendapat pembinaan intensif dari berbagai pelatih dan guru pendamping.

“Jadi memang kita dari sini bagaimana betul-betul memporsir anak-anak agar persiapan mereka lebih maksimal. Empat orang itu kita latih, didatangkan guru pembimbing baik dari samapta, bakat, guru seni supaya mereka bisa tampil lebih bagus di provinsi,” ujarnya.

Kamaruddin menegaskan penentuan enam peserta yang lolos ke tahap nasional sepenuhnya dilakukan tim pusat yang terdiri dari unsur BPIP, DPPI Pusat hingga staf kepresidenan.

“Kalau Timsel dari provinsi, ada Kesbangpol, TNI-Polri dan PPI Provinsi,” katanya.

Meski telah dinyatakan lolos tahap provinsi, perjuangan Keisha belum berakhir. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan menjalani medical check up sebelum mengikuti seleksi lanjutan di tingkat pusat.

“Di pusat nanti hanya akan ada dua orang terpilih dari enam orang dari Sulsel, putra dan putri. Mudah-mudahan ananda Keisha nanti terpilih di pusat dan ini menjadi sejarah baru untuk Kabupaten Jeneponto,” tutup Kamaruddin.

Diketahui, seleksi Paskibraka Sulsel tahun ini diikuti 100 peserta dari 24 kabupaten/kota. Khusus Makassar dan Gowa mendapat tambahan dua kuota karena pada tahun sebelumnya berhasil meloloskan wakilnya ke tingkat nasional. (map)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Patroli Begal Libatkan TNI, Begini Penjelasan Kodam Jaya
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Eceng Gondok Disulap Jadi Listrik di Waduk Cengklik
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Jadi Tersangka Perintangan Kasus CPO, Kini Ditahan Kejagung
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Miris, Komplotan Maling Motor di Kalideres Jakbar Gunakan Uang Hasil Curian untuk Pesta Sabu
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kata Dasco soal Putusan MK Parpol Tak Penuhi 30% Caleg Perempuan, Gugur di Dapil
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.