Bantu Anak Belajar Perubahan Iklim, Peneliti Perkenalkan Board Game GenerAksi

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Director of Program PREDIKT Yusra Tebe memperkenalkan permainan papan edukasi tentang perubahan iklim bernama GenerAksi. Permainan ini dirancang untuk membantu anak mengenal dan mempelajari mengenai perubahan iklim.   

Permainan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian pada 2023. Ketika itu, didukung oleh Pemerintah Indonesia dan Australia melalui program KONEKSI, lembaga sosial PREDIKT bersama delapan lembaga lain melakukan penelitian untuk mengetahui metode pembelajaran perubahan iklim yang tepat di sekolah.

"Salah satu rekomendasinya lewat permainan. Kami buat-lah board game,” kata Yusra usai diskusi buku Shaping Climate Resilience Policy Through Inclusive Research di kantor Katadata, Jakarta, Selasa (26/5). 

Penelitian tersebut dilakukan di 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB). NTT dipilih karena termasuk area rawan bencana dan termasuk area yang rentan terdampak perubahan iklim. Penelitian juga dilakukan di satu institusi pendidikan dasar di Victoria, Australia. 

“Lebih dari 70 persen responden anak-anak itu menyampaikan, belajar perubahan iklim melalui permainan itu lebih menyenangkan dan menambah pengetahuan,” ucapnya. 

Permainan papan edukasi GenerAksi ini menampilkan beberapa karakter: Penjaga Hutan, Pemadam Kebakaran, Petani, Penambang, dan Mafia. Keempat karakter harus bekerja sama mencapai garis finis sebelum didahului Mafia. 

Selama permainan, para siswa akan mendapat gambaran pengetahuan tentang perubahan iklim dan bagaimana mengatasinya. Intinya, para siswa diajak bermain peran, mencegah Mafia melakukan perusakan lingkungan yang berpotensi meningkatkan suhu bumi. 

Yusra menjelaskan, permainan ini dirancang lebih inklusif, sehingga bisa digunakan untuk pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus. “Ada yang regular, ada juga mode B, untuk anak-anak berkebutuhan khusus, terutama tunanetra dan low vision,” ujarnya.

Yusra mengatakan, dalam perumusan permainan ini, guru dan siswa juga dilibatkan. “Kami sudah melatih ratusan guru dan mereka yang melaksanakan di sekolahnya,” kata dia. 

Menurut dia, metode pembelajaran dengan GenerAksi ini akan dikembangkan juga di provinsi lainnya termasuk DKI Jakarta, Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Sumatera Utara. 

Guru Butuh Dukungan untuk Ciptakan Inovasi Pembelajaran

Senior Specialist Child Protection and Advocacy ChildFund, Reny Rebeka Haning, menilai bahwa guru-guru di Indonesia sudah cukup melek dengan isu perubahan iklim.

Namun, para guru masih membutuhkan dukungan agar dapat menerapkan metode pengajaran yang tepat pada peserta didik. “Guru-guru juga perlu dilatih, disiapkan, termasuk memberi mereka akses untuk materi pembelajaran dengan bahasa lokal,” ucapnya. 

Menurut dia, desain kurikulum mendalam dan tematik yang berlaku saat ini telah memberi keleluasan bagi guru untuk membuat inovasi pembelajaran dengan konteks lokal. Namun, guru membutuhkan dukungan untuk implementasinya. 

“Saya kira itu peran penting pemerintah dan legislatif untuk menyediakan anggaran dan ruang agar mereka bisa mendapat akses,” ujarnya.

Di Australia, pendidikan mengenai perubahan iklim langsung menghubungkan siswa dengan para pembuat kebijakan. Guru, sekolah, dan para peneliti ada di antaranya sebagai jembatan. 

Kepala Sekolah Harkaway Primary School Victoria Leigh Johnson kemudian memberi contoh tentang pembelajaran mengenai bushfire atau kebakaran vegetasi di sekolah pimpinannya. 

“Anak-anak mempresentasikan hasil pembelajaran mereka di hadapan departemen pendidikan, pengelola taman dan kawasan satwa liar, dan otoritas pemadam kebakaran daerah. Semua orang penting menyaksikan anak usia 10,11,12 tahun dengan ide brilian dan dapat berkontribusi pada kebijakan,” ucap Leigh. 

Lewat kerja sama dengan lembaga lainnya, konsep serupa mulai diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Rumah di Banyu Urip Kidul Molin Surabaya, Nenek dan Cucu Meninggal Dunia
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rumah di Bogor Kebakaran Saat Masak Ketupat Idul Adha, Dua Orang Terluka
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Bank Jateng Dukung Rapat Kerja Nasional Asosiasi DPLK
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah Wajibkan Perusahaan AI Transparan Gunakan Data Karya Manusia
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Anniversary ke-18 Tahun! Intip Perjalanan Karier SHINee
• 18 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.