Cegah Lonjakan Penyakit Setelah Iduladha, Ini Tips Aman Konsumsi Daging Kurban

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Momen Iduladha selalu identik dengan limpahan daging, baik sapi maupun kambing. Namun, euforia ini sering kali memicu pola konsumsi daging kurban yang berlebihan dalam waktu singkat atau overconsumption.

Fenomena musiman ini memerlukan perhatian khusus karena masyarakat cenderung mengabaikan batasan porsi demi merayakan hari raya. Pakar Gizi Universitas Airlangga (UNAIR) Mahmud Aditya Rifqi, menjelaskan bahwa mengonsumsi olahan daging kurban secara berlebih langsung membebani metabolisme tubuh.

Ia menambahkan, tubuh manusia akan mengalami lonjakan simultan pada asupan protein, lemak jenuh, kolesterol, purin, dan energi secara bersamaan. 

"Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu peningkatan trigliserida, stres oksidatif, surplus energi sementara setelah makan tinggi lemak dan energi,” ujar Mahmud, mengutip laman resmi UNAIR, Selasa, 26 Mei 2026.

Baca Juga :

Dapat Daging Kerbau saat Iduladha? Simak Fakta Tiap Daging Kurban
  Pola Makan Buruk Memicu Lonjakan Penyakit Masyarakat sering kali menuduh lemak jenuh pada daging kurban sebagai penyebab utama lonjakan instan tekanan darah dan kolesterol. Padahal masalah sebenarnya bersumber dari keseluruhan pola makan (overall dietary pattern). 

"Lonjakan tekanan darah atau kolesterol saat Iduladha biasanya merupakan kombinasi berbagai faktor. Adapun faktor tersebut ialah konsumsi garam tinggi, santan, gorengan, porsi berlebih, kurang serat, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik," jelasnya.

Secara klinis, para tenaga kesehatan memang sering mendapati peningkatan keluhan pasien terkait asam urat, tekanan darah tidak terkontrol, hiperglikemia, hingga gangguan lipid setelah hari raya.

Meskipun demikian, dampak terbesar dari konsumsi ini sebenarnya bersifat jangka panjang dan kumulatif, jika seseorang terus melanjutkan pola makan tinggi lemak jenuh tersebut secara konsisten.

"Jika konsumsi tidak sehat konsisten, ini yang akan menimbulkan masalah. Jika hanya pada hari raya, Insyaallah tidak masalah, selama dibatasi dan tidak berlebihan," tegasnya. Panduan Isi Piringku

Ilustrasi Pexels


Iduladha sebenarnya mengemban misi sosial yang penting karena menjadi momentum bagi semua kalangan, terutama kelompok berpendapatan rendah, untuk memperoleh protein hewani berkualitas tinggi. Kandungan gizi dalam daging kurban sangat berguna untuk mendukung pertumbuhan anak, mencegah malnutrisi, membentuk otot, serta mengoptimalkan fungsi imun tubuh.

Oleh karena itu, pendekatan edukasi yang paling realistis bukan berupa larangan mutlak bagi masyarakat untuk makan daging kurban. Menurutnya, masyarakat harus diajak mengatur porsi, mendistribusikan waktu konsumsi, memilih metode memasak yang lebih sehat, serta mengombinasikannya dengan sayur dan buah.

"Pendekatan edukasi paling realistis adalah bukan melarang makan daging kurban, tetapi mendorong keseimbangan menu," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Remaja Kena Bacok di Kepala Saat Tawuran di Tangerang, Polisi Tangkap Pelaku
• 3 jam laludetik.com
thumb
Sepakat Berdamai, PTPN Setujui Restorative Justice Kakek Mujiran
• 19 jam laludisway.id
thumb
Hadiah Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Juara Dapat Rp890 Miliar
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemprov Jabar Ambil Alih Pengelolaan RSUD MA Sentot Patrol, Dedi Mulyadi Janjikan Pelayanan Lebih Baik
• 13 jam lalugrid.id
thumb
IPB University Buka Program Beasiswa Khusus Wartawan, Begini Persyaratannya
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.