TABLOIDBINTANG.COM - Perubahan dunia kerja yang semakin cepat membuat banyak orang tua kini lebih selektif memilih perguruan tinggi untuk anak-anak mereka. Tak lagi sekadar mengejar kualitas akademik, orang tua mulai fokus pada kesiapan karier lulusan di masa depan.
Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian terhadap kampus yang mampu menghadirkan pengalaman belajar relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI).
Berdasarkan survei global ManpowerGroup, sebanyak 77 persen perusahaan masih mengalami kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
Sementara laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22 persen pekerjaan global akan berubah sebelum 2030.
AI Jadi Bagian dari Pengalaman Belajar
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., dalam keterangan resmi yang diterima tabloidbintang.com mengatakan pendidikan tinggi kini menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak.
“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujar Dr. Nelly.
Menurutnya, mahasiswa saat ini juga perlu memiliki exposure global dan pengalaman profesional sejak dini agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja.
“Mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk memperluas kompetensi, memperoleh exposure global, serta mendapatkan pengalaman profesional sejak dini," tutur Dr. Nelly.
"Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya membantu perkembangan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia profesional,” tambahnya.
Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University memperkuat pemanfaatan AI dan teknologi digital dalam ekosistem pendidikan mereka.
AI tidak hanya digunakan dalam proses pembelajaran, tetapi juga mendukung riset, layanan akademik, hingga pengembangan karier mahasiswa.
Mahasiswa didorong memahami penggunaan AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi ide, menganalisis informasi, hingga memecahkan masalah sesuai kebutuhan industri masa depan.
BINUS juga menghadirkan berbagai platform digital seperti Binusmaya, Neksus, dan BINUS Support untuk menunjang pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan terintegrasi.
Selain teknologi, BINUS University memperkuat kesiapan karier mahasiswa melalui berbagai program seperti Minor Program, Mobility Program, hingga Multi-Campus Program.
Lewat program “2,5 Tahun Kuliah, Siap Berkarier”, mahasiswa juga berkesempatan mendapatkan pengalaman profesional lebih awal melalui internship, entrepreneurship, research, community development, hingga international experience.
Saat ini BINUS University didukung lebih dari 170 universitas mitra di berbagai negara dan lebih dari 2.200 mitra industri global untuk memperkuat keterhubungan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri profesional masa depan.




