FAJAR, MAKASSAR —Festival Keberkahan Qurban yang digelar Bosowa Peduli, kembali menghadirkan semangat berbagi pada momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Tahun ini, kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban dilaksanakan secara luas dengan menjangkau berbagai daerah di Indonesia selama 27-28 Mei 2026.
Uniknya, kurban tersebut mengangkat tema sustainable atau ramah lingkungan. Pasalnya memakai kemasan besek atau terbuat dari bambu yang dianyam sebagai wadah daging, dipusatkan di pelataran Masjid Agung 45 Bosowa, Rabu, 27 Mei.
Head Bosowa Peduli, Hafid Mas’ud Timor, mengatakan khusus di Masjid Agung 45 Makassar, dilakukan pemotongan sebanyak 26 ekor sapi dan tiga hingga empat ekor kambing.
Lalu kata dia, jumlah penerima manfaat tahun ini diperkirakan mencapai 7.000 hingga 8.000 orang. Perhitungan itu didasarkan pada rata-rata hasil daging setiap sapi yang mencapai sekitar 70-75 kilogram.
“Kalau hampir 100 sapi dikali 70 kilogram, jadi kira-kira ada 7.000 sampai 8.000 penerima manfaat. Bahkan bisa lebih karena ada sapi-sapi besar,” jelas Hafid.
Ia menyebut beberapa sapi kurban memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibanding rata-rata. Sapi kurban dari Appi dan Melinda menghasilkan hampir 150 kilogram daging, sedangkan sapi dari CEO Bosowa mencapai hampir 170 kilogram daging.
Menurut Hafid, tingginya jumlah hewan kurban tahun ini juga dipengaruhi meningkatnya partisipasi pekurban perorangan. Ia menilai masyarakat kini semakin percaya dan antusias menyalurkan kurban melalui Bosowa Peduli.
“Ada kelompok tujuh orang patungan dan akhirnya bisa menghasilkan tujuh sapi. Berarti ada 49 orang yang ikut berkurban bersama,” ujarnya.
Menariknya, sebagian besar pekurban perorangan memilih mengambil sebagian daging kurbannya untuk dibagikan kembali kepada warga di lingkungan rumah masing-masing. Hafid menilai hal itu menunjukkan semangat kepedulian sosial yang terus berkembang di masyarakat.
“Rata-rata yang kurban perorangan itu mereka ambil untuk dibagikan di sekitar rumahnya. Jadi kepedulian itu menular,” tuturnya.
Selain fokus pada distribusi daging kurban, Bosowa Peduli juga tetap mengusung konsep ramah lingkungan dalam pelaksanaannya. Sama seperti tahun sebelumnya, seluruh daging dibagikan menggunakan besek bambu guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kegiatan Festival Keberkahan Qurban ini turut melibatkan sekitar 80 relawan yang didominasi mahasiswa Universitas Bosowa dan sejumlah kampus lain, serta partisipasi aktif karyawan Bosowa.
Para relawan membantu proses penyembelihan, pencacahan, pengemasan hingga distribusi daging kepada masyarakat, pesantren, dan berbagai komunitas yang membutuhkan bantuan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu memperluas manfaat kurban hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Munafri, kegiatan tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan program sosial Bosowa Peduli. Apalagi, Bosowa Peduli kini telah menjadi Lembaga Amil Zakat yang diharapkan mampu memperkuat berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini menjadi salah satu manifestasi implementasi program Bosowa Peduli. Jangkauan kami juga sudah sangat meluas,” katanya. (wis)





