AS Melancarkan Operasi Kontra-Infiltrasi, Influencer Sayap Kiri pro-PKT Menerima Panggilan Pengadilan

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pemerintah Amerika Serikat sedang memperluas penyelidikan terhadap organisasi dan jaringan pro-Partai Komunis Tiongkok (PKT) di AS. Baru-baru ini, Departemen Keuangan AS mengirim surat panggilan kepada komentator politik sayap kiri terkenal Hasan Piker serta salah satu pendiri organisasi kiri radikal CODEPINK, untuk menyelidiki perjalanan mereka ke Kuba pada  Maret lalu dan apakah perjalanan tersebut melanggar hukum Amerika Serikat. Kasus ini bahkan turut menyeret anggota Kongres AS Ilhan Omar.

Menurut laporan Fox News, pemerintah federal AS sedang memperluas penyelidikan terhadap kelompok-kelompok yang pro-komunisme.

Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS telah mengirim surat panggilan administratif kepada komentator politik sayap kiri terkenal Hasan Piker serta salah satu pendiri organisasi kiri radikal CODEPINK, Medea Benjamin, guna menyelidiki apakah perjalanan mereka ke Kuba pada Maret tahun ini melanggar sanksi dan aturan pengendalian aset AS terhadap Kuba.

Penyelidikan tersebut juga mencakup lebih dari 40 warga negara Amerika yang ikut dalam perjalanan itu, termasuk putri anggota DPR AS Ilhan Omar, yakni Isra Hirsi, serta koordinator CODEPINK di Washington, Danaka Katovich.

Fokus penyelidikan mencakup apakah para peserta selama berada di Havana, ibu kota Kuba, terlibat dalam transaksi dana ilegal, memberikan bantuan material kepada partai berkuasa Kuba, atau melakukan kontak dengan tokoh politik Kuba yang masuk daftar larangan pemerintah AS.

Selain itu, penyelidikan juga menyebut delegasi tersebut diduga menginap di hotel yang termasuk dalam “Daftar Pembatasan Kuba” milik Departemen Luar Negeri AS.

Pemerintahan Donald Trump saat ini sedang memperluas tindakan keras terhadap organisasi-organisasi pro-komunis, dan CODEPINK dianggap sebagai salah satu contoh paling menonjol.

Organisasi tersebut telah lama membantu rezim seperti PKT melakukan propaganda positif, serta menggelontorkan dana besar untuk berbagai gerakan kiri radikal di Amerika Serikat. Departemen Kehakiman AS dan lembaga penegak hukum telah berulang kali menyatakan bahwa aktivitas semacam ini tidak hanya berpotensi memicu kekerasan politik, tetapi juga mengancam keamanan nasional.

Di antaranya, miliarder Amerika Neville Singham, yang disebut sebagai penyandang dana utama CODEPINK, dituduh selama bertahun-tahun mendanai kelompok pro-PKT, pro-Kuba, dan anti-Amerika.

Pada tahun 2017, setelah menikah dengan salah satu pendiri CODEPINK, Jodie Evans, ia memberikan sekitar 1,33 juta dolar AS kepada organisasi tersebut dan melalui jaringan terkait menyalurkan sekitar 278 juta dolar AS kepada kelompok-kelompok kiri radikal. Saat ini, Departemen Kehakiman dan Departemen Keuangan AS sedang menyelidiki 145 organisasi nirlaba dan kelompok aktivis di Amerika Serikat.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alih-alih Membalas Ormas, Pengurus Gereja di Bantul Justru Minta Jemaat Doakan Oknum Pasca Pembubaran Ibadah
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Idul Adha dan Denyut Ekonomi Rakyat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Selebgram Woodyrman Jadi Tersangka Penganiayaan WN Brunei hingga Tewas
• 23 jam laludetik.com
thumb
Metro Department Store Pondok Indah Mall Hadir dengan Wajah Baru dan Lebih Terkurasi
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
AS Klaim Quad Semakin Berperan dalam Tangani Isu Global
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.