Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan stok hewan kurban nasional pada Idul Adha tahun ini surplus sekitar 800 ribu ekor. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menyebut total stok hewan kurban nasional mencapai 3,2 juta ekor, tapi kebutuhannya hanya 2,4 juta ekor.
“Total prognosa ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk penyembelihan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800.000 ekor,” ujar Agung di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (27/5).
Agung juga mengungkapkan, tahun ini terdapat bantuan kemasyarakatan hewan kurban dari Presiden yang jumlahnya lebih dari 1.000 ekor sapi. Bantuan tersebut terdiri dari sekitar 600 ekor untuk provinsi, kabupaten/kota, dan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta 421 ekor untuk istana dan organisasi kemasyarakatan.
Dia menjelaskan, sejumlah daerah mendapatkan dua ekor sapi karena tidak tersedia sapi dengan bobot minimal 800 kilogram sesuai ketentuan bantuan.
“Ada beberapa kabupaten/kota yang menyembelihnya dua ekor karena beratnya totalnya itu minimal harus 800 kg per sapinya. Jadi kalau tidak ada di sana yang 800 kilo harus dua ekor,” jelasnya.
Menurut Agung, jumlah bantuan sapi kurban Presiden terus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah bantuan tercatat 981 ekor, sementara tahun ini mencapai lebih dari 1.000 ekor.
Selain itu, Agung mengatakan tahun ini menjadi tahun kedua pelaksanaan dam haji yang sebagian penyembelihannya dilakukan di dalam negeri. Jumlah kambing untuk dam haji meningkat signifikan menjadi 32.691 ekor dibanding tahun lalu sekitar 10.000 ekor.
“Insyaallah ke depan kita bisa sejumlah dengan jemaah haji kita kurang lebih 200.000 ekor, Pak. Tentu ini akan mendorong perekonomian para peternak kambing dan domba kita, paling tidak lebih dari 2 juta ekor yang harus disiapkan,” jelasnya.
Untuk memastikan keamanan hewan kurban dan pelaksanaan penyembelihan sesuai standar kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan, serta kehalalan, pemerintah pusat hingga daerah telah menerbitkan surat edaran dan melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada panitia kurban.
“Kita juga sudah menerjunkan dan menugaskan tim pemantau hewan kurban secara nasional sebanyak 8.633 orang, yang terdiri dari tenaga medis, paramedis di pusat,” tuturnya.
Sementara itu, penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman yang berada di lingkungan Kementerian Pertanian tahun ini mencakup 41 ekor sapi dan 9 ekor kambing.





