Sherly Tjoanda Kaget Ada Nelayan Ambil Cicilan Rp2,6 Juta per Bulan, Jawabannya Bikin Melongo

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dibuat terkejut saat berdialog langsung dengan seorang nelayan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.

Momen itu terjadi ketika Sherly turun menemui nelayan untuk mengecek langsung pemanfaatan pinjaman usaha dan kemampuan mereka membayar cicilan bank. Namun suasana dialog mendadak berubah ketika seorang nelayan mengungkap nominal cicilan bulanan yang harus ia bayar mencapai Rp2,6 juta.

Baca Juga: Sherly Tjoanda Ingin Maluku Utara 'Jago' Boxing, Erick Thohir Siap Dukung

“Cicilan?! Cicilan? Berapa panjang kemarin ambil?” tanya Sherly dengan nada tak percaya.

Ternyata, nelayan tersebut sengaja memilih tenor pinjaman sangat singkat, yakni hanya satu tahun.

“Iya, due juta enam ratus. Ambil jangka 1 tahun,” jawab sang nelayan.

Percakapan ini justru membuka fakta menarik soal besarnya potensi ekonomi nelayan tuna di Maluku Utara yang selama ini jarang terekspos.

Sherly awalnya mengaku heran bagaimana seorang nelayan bisa begitu percaya diri mengambil cicilan besar dalam waktu pendek. Namun rasa penasaran itu terjawab setelah nelayan tersebut membeberkan hitung-hitungan pendapatan hasil melaut.

Dari pinjaman KUR sebesar Rp30 juta, uang tersebut digunakan membeli kapal senilai Rp25 juta dan mesin 15 PK untuk menunjang aktivitas melaut.

Nelayan itu kemudian menjelaskan bahwa target tangkapannya bukan ikan biasa, melainkan tuna premium dengan berat mencapai 100 hingga 150 kilogram per ekor.

Dalam satu kali trip melaut, ia mengaku bisa memperoleh omzet kotor hingga Rp5 juta. Karena rutin melaut tiga kali dalam sebulan, total pendapatan kotor yang diperoleh bisa mencapai Rp15 juta per bulan.

Menariknya lagi, biaya operasional melaut disebut relatif kecil. Untuk satu perjalanan, ia hanya menghabiskan sekitar Rp500 ribu untuk bahan bakar minyak dan es balok. Artinya, total biaya operasional bulanan hanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Dengan kondisi tersebut, cicilan Rp2,6 juta per bulan dinilai masih sangat mampu dibayar.

“Oh, memang maunya 1 tahun aja. Mampu?” tanya Sherly lagi memastikan.

“Mampu, bisa,” jawab sang nelayan mantap.

Dari hitung-hitungan itu, nelayan tersebut bahkan disebut masih dapat membawa pulang keuntungan bersih di atas Rp10 juta setiap bulan setelah dipotong biaya operasional dan cicilan bank.

Baca Juga: Dipuji-Puji, Sherly Tjoanda Minta Rp2,9 Triliun Saat Bertemu AHY

Percakapan itu kini menjadi sorotan karena memperlihatkan besarnya potensi sektor perikanan Maluku Utara, terutama komoditas tuna premium yang mampu menghasilkan pendapatan tinggi bagi nelayan lokal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Fakta Mencengangkan Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu yang Terungkap di Hadapan Dedi Mulyadi
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Unisma Salurkan 22 Sapi dan 33 Kambing Kurban, Meningkat Dibanding Tahun Lalu
• 13 jam laluberitajatim.com
thumb
Bank Ganesha Rombak Pengurus, Ini Susunan Terbaru Direksi BGTG
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Cerita Penumpang Saat KRL Duri-Tangerang Alami Gangguan Mendadak
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
MenPPPA: Media berperan strategis cegah kekerasan terhadap perempuan
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.