Harapan warga Bandung untuk kembali menghidupkan Bandara Husein Sastranegara mulai menemukan titik terang. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap Presiden Prabowo Subianto telah memberi instruksi langsung terkait reaktivasi bandara tersebut.
Farhan mengaku menerima kabar penting itu usai kunjungan Prabowo ke Kota Bandung pada 25 Mei 2026. Instruksi tersebut disebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat serius menghidupkan kembali aktivitas penerbangan komersial di Bandara Husein.
“Saya bersyukur sekali, setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung pada tanggal 25 Mei yang lalu, sorenya saya mendapatkan kabar Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein bersama-sama dengan Adisucipto,” kata Farhan.
Selama ini Bandara Husein sebenarnya tidak sepenuhnya ditutup. Aktivitas penerbangan komersial masih berjalan terbatas untuk pesawat baling-baling dengan rute antarkota di Pulau Jawa.
“Kita sangat menunggu reaktivasi ini karena bagaimanapun selama ini Bandara Husein bukan ditutup ya, tetapi aktivitas untuk penerbangan komersialnya hanya diizinkan penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat baling-baling,” ujarnya.
Pemerintah pusat kini mulai bergerak menindaklanjuti arahan Presiden dengan melibatkan sejumlah kementerian. Salah satunya melalui pertemuan antara Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan dan Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.
Selain membahas reaktivasi bandara, pemerintah juga menyiapkan konsep besar pengembangan industri kedirgantaraan di Kertajati. Proyek itu diarahkan menjadi Sustainable Aerospace Park yang menggabungkan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul atau MRO sipil dan militer.
Farhan menilai reaktivasi Bandara Husein bisa menjadi dorongan besar bagi sektor transportasi dan ekonomi Kota Bandung. Ia optimistis potensi penerbangan di Bandung masih sangat besar untuk kembali tumbuh.
“Nah saya harapkan, tentu Pak Presiden yang telah memberikan perintah kepada Bappenas dan Kemenhan untuk mengkaji. Dan kajiannya ini menunjukkan bahwa potensi penerbangan di Kota Bandung, yang merupakan salah satu subsektor transportasi ini bisa tumbuh kembali,” katanya.
Meski begitu, Farhan menegaskan Bandara Husein tetap memiliki keterbatasan kapasitas. Bandara tersebut hanya mampu melayani pesawat sekelas Boeing 737 atau Airbus A320 dan belum memungkinkan untuk pesawat berbadan lebar.
“Kita kan tidak bisa menerima pesawat berbadan lebar. Kita hanya bisa menerima pesawat sekelas 737 A320 gitu. Tapi cukup da Bandung mah sakitu oge. Cukup pisan itu mah,” ujar Farhan.
Baca Juga: Bandara Husein Bandung Mau Dibuka Lagi oleh Prabowo, Sejumlah Sektor Ini Akan Dapat Berkah
Pemkot Bandung kini mulai bersiap memperbaiki sarana pendukung jika reaktivasi benar-benar direalisasikan pemerintah pusat. Perbaikan jalan akses, area parkir, hingga infrastruktur penunjang lainnya direncanakan masuk pembahasan APBD 2027.
“Nah eta belum tahu, pokoknya mah kita siap sedia aja. Kita beresin jalannya dulu sarana prasarana, tempat parkir dan akses yang baik. Mudah-mudahan bisa masuk APBD 2027 doakeun, ya,” kata Farhan.





