Timwas Haji DPR Temukan Dugaan Pungli Tawaf Rp 7,5 Juta ke Jemaah Lansia

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap jemaah lansia untuk layanan tawaf dan tawaf wada di Makkah ditemukan oleh Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026.

Hal itu disampaikan Anggota Timwas Haji DPR RI 2026 Abdul Wachid saat melepas keberangkatan jemaah menuju Arafah dari Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah.

Menurutnya, praktik tersebut dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan kondisi fisik jemaah lanjut usia yang membutuhkan bantuan mobilitas.

"Kami menemukan ada oknum yang memanfaatkan jemaah yang sudah tua," kata Abdul Wachid, Rabu (27/5).

Biaya Tawaf Disebut Capai Jutaan Rupiah

Ia menjelaskan sejumlah jemaah diminta membayar biaya besar untuk layanan pendampingan tawaf menggunakan kursi roda.

"Ada yang dikenai untuk tawaf ini dan juga tawaf wada itu dikenai Rp 5 juta. Ada yang dikenai Rp 7,5 juta," ungkapnya.

Timwas Haji DPR kini menelusuri dugaan praktik tersebut, terutama terhadap jemaah asal Grobogan dan Jakarta yang menjadi fokus temuan awal di lapangan.

"Nanti kami akan cari terutama jemaah yang sudah kami temui jadi fokusnya adalah jemaah Grobogan dan jemaah dari Jakarta," ujarnya.

Petugas Resmi Diminta Ambil Peran

Abdul Wachid menegaskan layanan pendampingan bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, termasuk penggunaan kursi roda, seharusnya dapat dibantu petugas resmi tanpa pungutan tambahan.

"Itu tidak perlu bayar. Petugas haji dari Kementerian Haji nanti akan turun tangan untuk membantu mendorong kursi roda untuk tawaf dan juga tawaf wada," tegasnya.

Menurutnya, besarnya jumlah jemaah lansia pada musim haji tahun ini membuat kebutuhan pendampingan, transportasi, hingga layanan kesehatan meningkat signifikan, terutama menjelang fase puncak haji di Armuzna.

Waspadai Kepadatan dan Percaloan

Di sisi lain, kepadatan jemaah di Masjidil Haram dinilai membuka celah munculnya praktik percaloan maupun pungutan tidak resmi terhadap jemaah yang membutuhkan bantuan fisik.

Karena itu, Timwas meminta pengawasan petugas diperketat agar jemaah tidak menjadi korban eksploitasi selama menjalankan ibadah.

Selain persoalan pungli, Abdul Wachid juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara ketua regu, ketua rombongan, syarikah, dan petugas haji agar pergerakan jemaah menuju Armuzna berjalan tertib dan aman.

"Kami berharap nanti para ketua regu, ketua rombongan dan kerja sama dengan syarikat dan para petugas haji bisa dikendalikan dengan baik sehingga tidak terjadi jemaah yang tidak dapat mobil atau jangan-jangan terjadi jemaah yang berjalan kaki," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zendaya Ungkap Syuting Film Spider-Man: Brand New Day Bagai Pulang ke Rumah
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lurah di Pangkep Digerebek di Penginapan Diduga Bersama Staf, Mengaku Urusan Pekerjaan
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Wamendes PDT Sebut Indonesia akan Belajar dari China tentang Pengentasan Kemiskinan
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Panci Gosong Auto Kinclong Lagi! 5 Tips Membersihkannya Cuma Pakai Bahan Dapur
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Polres Jakpus Gagalkan Peredaran Obat Keras Ilegal di Tanah Abang, Tiga Pengedar Ditangkap
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.