CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kemegahan arsitektur modern akan menjadi latar belakang salah satu momen paling krusial di Piala Dunia 2026.
Stadion Mercedes-Benz yang terletak di Atlanta, Amerika Serikat, ditunjuk oleh FIFA sebagai salah satu arena pertarungan babak semifinal, bersanding dengan Stadion AT&T di Dallas.
Namun, khusus selama pesta sepak bola terbesar sejagat ini berlangsung, stadion megah tersebut akan menanggalkan nama komersialnya dan menggunakan nama resmi Stadion Atlanta.
Berdiri kokoh dengan ketinggian mencapai lebih dari 300 kaki, stadion berkapasitas 75 ribu penonton ini bukan sekadar arena olahraga biasa.
Sejak dibuka pada tahun 2017, bangunan ini telah mencuri perhatian dunia lewat fitur-fitur inovatifnya yang futuristik.
Mulai dari kecanggihan atap yang bisa membuka-tutup secara otomatis, hingga kehadiran layar video melingkar 360 derajat pertama di dunia—yang dikenal dengan sebutan layar halo.
Tidak hanya mengedepankan visual yang memanjakan mata, mahakarya arsitektur ini juga panen pujian global sebagai salah satu stadion paling ramah lingkungan di dunia.
Bukan tanpa alasan Stadion Atlanta dinobatkan sebagai salah satu arena olahraga paling ramah lingkungan di sejagat raya.
Stadion ini sukses mengukir sejarah sebagai arena profesional pertama di Amerika Serikat yang menyabet sertifikasi LEED Platinum—pangkat tertinggi untuk arsitektur berwawasan lingkungan.
Gelar "hijau" ini diraih berkat komitmen penuh terhadap keberlanjutan yang diterapkan di setiap sudut bangunan.
Di sektor energi, stadion ini dipersenjatai dengan 4.000 panel surya di area atap dan luar ruangan yang mampu memasok daya bersih untuk operasional pertandingan, didukung oleh sistem pencahayaan LED yang hemat listrik.
Masalah pengelolaan air pun digarap dengan sangat serius. Mengandalkan tangki raksasa bawah tanah berkapasitas 2 juta galon, stadion ini mampu memanen air hujan untuk diolah kembali sebagai pendingin gedung dan penyiram tanaman, yang berhasil menghemat penggunaan air bersih kota hingga 47%.
Karakter ramah lingkungan ini kian disempurnakan oleh desain bangunan yang memaksimalkan dinding kaca transparan untuk pencahayaan alami, serta penggunaan material lokal dan daur ulang sejak masa konstruksi.
Di samping arsitekturnya yang berkelanjutan, stadion ini juga aktif mengampanyekan gerakan Zero Waste melalui program daur ulang dan pengomposan sampah sisa makanan maupun kemasan penonton yang sangat ketat.
Melengkapi ekosistem hijaunya, Stadion Atlanta sengaja dirancang agar terintegrasi langsung dengan transportasi publik kereta bawah tanah (MARTA), serta menyediakan fasilitas stasiun pengisian daya mobil listrik dan kantong parkir sepeda yang luas demi menekan emisi karbon dari kendaraan pribadi para penonton.
Kesehariannya, Stadion Atlanta merupakan rumah bagi dua klub dari cabang olahraga yang berbeda. Di panggung sepak bola, stadion ini menjadi markas Atlanta United yang berkompetisi di Major League Soccer (MLS).
Sementara bagi pencinta american football, arena ini adalah basis pertahanan dari klub National Football League (NFL), Atlanta Falcons.
Reputasi stadion ini sebagai panggung laga-laga akbar memang tidak perlu diragukan lagi. Berbagai pergelaran masif mulai dari MLS All-Star, Super Bowl LIII, College Football Play-off National Championship, hingga deretan konser musisi papan atas dunia pernah digelar di sini.
Bahkan pada tahun 2025 lalu, atmosfer magis stadion ini telah diuji lewat enam pertandingan sengit FIFA Club World Cup, termasuk duel panas perempat final antara Paris Saint-Germain melawan Bayern Muenchen.
Kini, bersiap menyambut Piala Dunia 2026, Stadion Atlanta dijadwalkan menjadi tuan rumah untuk delapan pertandingan penting.
Di fase grup, rumput stadion ini akan menjadi saksi perjuangan negara-negara seperti Spanyol, Tanjung Verde, Afrika Selatan, Arab Saudi, Maroko, Haiti, hingga Uzbekistan dalam lima laga pembuka.
Setelah itu, keseruan akan berlanjut ke satu laga babak 32 besar, satu laga babak 16 besar, sebelum akhirnya mencapai puncaknya pada duel hidup-mati di babak semifinal.
Berikut pertandingan Piala Dunia 2026 yang dihelat di Stadion Atlanta:
Grup A
Kamis, 18 Juni
23.00 WIB - Ceko vs Afrika Selatan
Grup C
Kamis, 25 Juni
05.00 WIB - Maroko vs Haiti
Grup H
Senin, 15 Juni
23.00 WIB - Spanyol vs Tanjung Verde
Minggu, 21 Juni
23.00 WIB - Spanyol vs Arab Saudi
Grup K
Minggu, 28 Juni
06.30 WIB - RD Kongo vs Uzbekistan
Babak 32 besar
Rabu, 1 Juli
23.00 WIB - Juara Grup L vs Peringkat tiga Grup E/H/I/J/K
Babak 16 besar
Selasa, 7 Juli
23.00 WIB - Pemenang laga ke-86 (Juara Grup J vs Peringkat kedua Grup H) vs Pemenang laga ke-88 (Peringkat kedua Grup D vs Peringkat ketiga Grup G)
Semifinal
Kamis, 16 Juli
02.00 WIB - Pemenang laga ke-99 vs Pemenang laga ke-100.




