Esensi Ketakwaan, Pengorbanan, dan Cinta Kasih Antarsesama di Idul Adha

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Hari raya Idul Adha kembali tiba. Hari raya umat Islam ini menjadi peringatan dan bagian penting ajaran keimanan. Antusiasme sangat terasa di kalangan umat Islam, mulai menunaikan shalat Id, berkurban, hingga membagikan hasil penyembelihan hewan kurban tersebut.

Shalat Idul Adha yang diikuti dengan penyembelihan hewan kurban semarak di seluruh penjuru Tanah Air. Masjid, surau, hingga tanah lapang penuh dengan jemaah yang khusyuk melaksanakan shalat Idul Adha.

Salah satunya terlihat di tanah lapang dan jalan setapak perkebunan percobaan Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian Kementerian Pertanian, Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/5/2026). Embusan dingin angin pagi tidak menyurutkan langkah jemaah menuju tanah lapang. Gunung Salak yang menjulang menjadi latar belakang yang indah saat ratusan anggota jemaah mengumandangkan takbir.

Barisan atau saf lama-kelamaan penuh terisi. Jemaah duduk teratur menunggu dimulainya shalat. Tak lama kemudian, shalat didirikan. Jemaah shalat khusyuk dalam barisan masing-masing.

Meski bukan ibadah wajib, shalat Idul Adha selalu dinantikan umat Islam. Rangkaian shalat Idul Adha (juga Idul Fitri) selalu disambut antusias dan sukacita. Shalat ini juga menjadi ajang silaturahmi antarjemaah.

Sebagai rangkaian ibadah shalat Idul Adha adalah berkurban hewan. Hewan yang dikurbankan akan disembelih dan dagingnya dibagikan kepada yang berhak. Berkurban menjadi salah satu esensi utama Idul Adha sebagaimana yang mereka teladani dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Salah satu kesibukan penyembelihan hewan kurban terlihat di Masjid Al-Hidayah, Bubulak, Kota Bogor. Hewan-hewan yang telah dikumpulkan di area masjid satu per satu disembelih. Setelah dibersihkan dan dipotong-potong, daging dan bagian lain dari hewan kurban kemudian dibungkus dalam plastik dalam takaran yang telah ditentukan.

Di tempat ini, pembagian daging kurban dilakukan dengan berkoordinasi dengan pengurus RT di sekitar wilayah tersebut. Hal ini agar daging kurban terbagi secara merata dan adil. Daging juga dibagikan langsung ke rumah warga untuk menghindari penumpukan antrean jika dibagikan di masjid yang tidak begitu luas tersebut.

Namun, ada juga panitia kurban yang membagikan di masjid karena dirasa tempatnya mencukupi. Seperti yang dilakukan panitia kurban Masjid Jami Nurrusa’adah di Sindangbarang, Kota Bogor. Warga yang mengambil daging kurban harus menukarkan kupon yang sebelumnya telah dibagikan.

Hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban pada akhirnya menjadi sebuah potret contoh nilai luhur ajaran dari Tuhan kepada sesama manusia. Bukan hanya sekadar bentuk ritual, sejumlah nilai akan ketakwaan, pengorbanan, cinta kasih, berbagi, hingga kepedulian terhadap sesama menjadi makna terdalam dari ibadah ini.

Baca JugaGema Takbir di Antara Deru Kereta
Baca JugaPagi yang Sempurna di Arafah
Baca JugaLebaran Tanpa Perayaan, Tanpa Sukacita
Baca JugaMerayakan Idul Adha di Semarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 28 Mei 2026: Rezeki Pisces Mengalir, Cancer Lagi Sensitif
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Isu Pajak Kembali Memanas, Apa yang Ditolak Publik Pati Kali Ini?
• 4 jam lalukompas.id
thumb
BPNT Mei 2026 di Jawa Tengah Cair, Simak Cara Ceknya
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkot Jakarta Barat Himpun 78 Ekor Hewan Kurban untuk Disalurkan
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Telkomsel Perluas Transformasi Digital dan Layanan 5G di Usia ke-31
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.