Berdasarkan data pasar Investing pukul 09.04 WIB, kurs rupiah tercatat berada di level Rp17.856 per dolar AS atau melemah 0,54%.
Baca juga: Ini Penyebab Tekanan Terhadap Rupiah Masih Berlanjut
Penguatan dolar AS juga tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik ke level 99,312 atau menguat 0,16%.
Kenaikan indeks dolar menunjukkan mata uang Negeri Paman Sam masih perkasa terhadap sejumlah mata uang global.
Di sisi lain, sejumlah mata uang regional Asia justru bergerak variatif terhadap rupiah. Yuan China turun 0,04% ke level Rp2.632,87, sementara itu mata uang yen Jepang melemah 0,05% ke Rp111,87.
Dolar Singapura turut terkoreksi 0,18% ke posisi Rp13.957,20. Baht Thailand melemah 0,22% menjadi Rp546,396, sedangkan ringgit Malaysia turun 0,22% ke level Rp4.490,34.
Sementara itu, harga emas dunia mengalami tekanan cukup dalam. Instrumen XAU/USD tercatat turun 1,14% ke level 4.405,59.
Pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan suku bunga global serta perkembangan ekonomi Amerika Serikat yang masih menjadi sentimen utama pergerakan mata uang dan harga komoditas dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





