Nasaruddin Umar Menteri Agama (Menag) menegaskan tujuan dari Prabowo Subianto Presiden berkurban di Hari Raya Iduladha adalah supaya tidak ada masyarakat Indonesia yang kelaparan.
“Bapak Presiden sudah kita terima hewan kurbannya di Istiqlal. Kalau Bapak Presiden mau memberikan ke tempat lain itu tidak ada masalah. Tujuannya Idul Qurban itu sama dengan Idulfitri. Kata Rasulullah S.A.W, TGidak boleh ada orang yang kelaparan, tidak makan pada Hari Raya Ied,” kata Nasaruddin di RPH Masjid Istiqlal, Kamis (28/5/2026).
Di Masjid Istiqlal, Prabowo Subianto Presiden dan Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden, masing-masing berkurban sapi seberat 1,3 ton dan 1,2 ton.
Menag juga menyampaikan harapannya kepada penyalur daging kurban, agar bersifat amanah dan benar-benar menyalurkan daging kepada masyarakat.
“Manakala di antara orang-orang atau lembaga-lembaga yang kami berikan itu tidak amanah, itu akan pasti menjadi di catatan kami, dan tentu tidak akan kami catat nanti sebagai penerima hewan kurban tahun-tahun akan datang,” ungkapnya.
Suara Surabaya sempat menemui salah satu penerima daging hewan kurban dari Presiden di Jakarta, yaitu Irza Farel. Ia mengaku senang mendapatkan daging tersebut, karena ini jadi momen satu tahun sekali merasakan pemberian daging dari Presiden.
“Tadi dapat sekitar 1 kilo, sumbernya dari Masjid Istiqlal. Ada dari Presiden dan Wakil Presiden. Cukup bahagia, karena melihat sapinya jumbo-jumbo. Tentu sangat bermanfaat, bisa masak semur atau rendang,” kata Irza.
Sedangkan Rara Zahra mengaku, akan langsung meminta ibu kos-kosannya memasak daging sapi pemberian Presiden untuk disantab bersama.
“Senang banget ya karena sebagai anak kos saya jarang juga makan daging. Kayanya saya mau minta tolong ibu Kost buat masak daging, karena masak daging itu susah dan butuh waktu lama. Rencananya daging ini mau saya masak jadi rendang si karena itu salah satu makanan yang khas olahan daging,” ungkapnya.(lea/lta/ipg)




