Indonesia siapkan delegasi tripartit hadiri ILC Ke-114 di Swiss

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan Delegasi Tripartit Indonesia menjelang Konderensi Perburuhan Internasional (ILC) Ke-114 yang akan digelar di Jenewa, Swiss, awal Juni 2026.

Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan bahwa persiapan ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan pandangan seluruh unsur delegasi agar Indonesia memiliki posisi yang kuat dan terkoordinasi dalam pembahasan agenda global ketenagakerjaan.

“Ini karena kehadiran Delegasi Tripartit Indonesia pada ILC Ke-114 memiliki makna strategis yang jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi undangan internasional,” kata Putri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Adapun persiapan yang digelar awal pekan ini di Jakarta tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah, serikat pekerja/serikat buruh, dan pengusaha sebagai bagian dari delegasi tripartit Indonesia yang akan berpartisipasi dalam forum ketenagakerjaan internasional yang diselenggarakan oleh Organisasi Perburuhan Indonesia (ILO).

Baca juga: Menaker dorong standar global perlindungan buruh dari bahaya biologis

Baca juga: Menaker: Indonesia berkomitmen hadapi tantangan global dan kawasan

Lebih jauh, Putri menyampaikan terdapat empat urgensi utama kehadiran Delegasi Tripartit Indonesia, yaitu sebagai instrumen perlindungan kepentingan nasional, sarana diplomasi untuk memengaruhi standar ketenagakerjaan global, wadah menjaga stabilitas hubungan industrial dan sosial ekonomi internasional, serta momentum menghadapi transformasi dunia kerja akibat digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI).

“Keterlibatan aktif Indonesia dalam proses pembentukan standar global akan menentukan kesiapan bangsa dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja dan perekonomian nasional di masa depan,” ujarnya.

Komposisi Delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, mencakup perwakilan dari unsur pemerintah, serikat pekerja/serikat suruh, serta pengusaha, guna mengawal kepentingan ketenagakerjaan Indonesia di kancah global.

Putri mengatakan kehadiran unsur tripartit yang solid tersebut menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong dialog sosial yang inklusif serta merumuskan kebijakan ketenagakerjaan internasional yang adil dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Adapun agenda prioritas yang akan dibahas dalam ILC tahun ini terbagi menjadi dua, yakni agenda tetap dan agenda teknis.

Agenda tetap meliputi Reports of the Chairperson of the Governing Body and Director-General, Information on the Programme and Budget and Other Questions (CF), Information and Reports on the Applications of Conventions and Recommendations, serta Committee on the Application of Standards (CAN).

Terkait agenda CAN, Indonesia secara positif tidak masuk dalam daftar negara yang dievaluasi atau diperiksa, yang menandakan bahwa kepatuhan ketenagakerjaan Indonesia dinilai baik dan tidak memiliki isu pelanggaran konvensi di tingkat internasional.

Sementara itu, agenda teknis meliputi Standard Setting: Platform Economy (Second Discussion), General Discussion: Gender Equality, serta Recurrent Discussion: Social Dialogue and Tripartism.

Baca juga: Menaker tanggapi potensi PHK di tengah pelemahan rupiah

Baca juga: Pemerintah setujui kuota peserta Magang Nasional 2026 150 ribu orang




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Habiburokhman: APBN untuk Kurban Presiden Tak Salah Secara Hukum maupun Syariah
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jemaah Haji Diminta Hindari Lempar Jumrah Siang Hari karena Cuaca Ekstrem
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
HIPMI Maluku Utara Buka Pendaftaran Ketua Umum Jelang Musdalub 2026
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Komisi I DPR Wanti-Wanti soal Pelibatan TNI Bantu Berantas Begal
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Iran Ajukan Draf MoU ke AS untuk Pembukaan Selat Hormuz dan Pencabutan Blokade
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.