Dinas Pertanian di Tiongkok Menunggak Utang, Perusahaan Swasta Gunakan Drone dengan Spanduk Raksasa untuk Menagih Pembayaran

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pemerintah daerah partai komunis Tiongkok yang menunggak hutang kini telah menjadi hal biasa, dan para kreditur seringkali kesulitan menagih pembayaran. Baru-baru ini, sebuah perusahaan swasta di Shandong menggunakan drone dengan spanduk untuk menuntut Biro Pertanian dan Pedesaan Kabupaten Shanghe membayar hutangnya, sehingga menarik perhatian publik.

Video yang beredar di internet memperlihatkan sebuah drone terbang sambil membawa spanduk merah bertuliskan: “Biro Pertanian Kabupaten Shanghe: Sudah tiga tahun, cepat bayar hutangnya!”

Video tersebut juga menampilkan surat pemberitahuan pemenang tender yang menunjukkan bahwa perusahaan terkait adalah Shandong Junshen Carbon Hydrogen Biotechnology Co., Ltd. (selanjutnya disebut “Perusahaan Junshen”). Pada Mei 2023, perusahaan ini memenangkan proyek pengadaan pemerintah Kabupaten Shanghe untuk program gandum “satu penyemprotan tiga pencegahan” dengan nilai lebih dari 1,2 juta yuan.

Pada 26 Mei, seorang penanggung jawab perusahaan bermarga Gao mengatakan kepada media daratan bahwa proyek tersebut merupakan operasi “satu penyemprotan tiga pencegahan” pada musim pertumbuhan gandum tahun 2023, yaitu menggunakan drone untuk menyemprot pestisida guna mencegah penyakit tanaman, hama, dan angin panas kering. Dana proyek tersebut berasal dari anggaran khusus departemen pertanian dan pedesaan.

Gao mengatakan bahwa perusahaannya sebenarnya memenangkan bukan hanya satu paket proyek, melainkan enam paket, dengan total nilai kontrak lebih dari 3,6 juta yuan.

“Pekerjaannya selesai dalam tujuh hari, tetapi pembayaran terus ditunda,” katanya.

Menurut salinan perjanjian pembayaran kembali yang diberikan Gao, bertanggal 17 Desember 2024 dan dibubuhi cap resmi Biro Pertanian dan Pedesaan Kabupaten Shanghe, total biaya layanan yang diberikan Perusahaan Junshen mencapai 3,6849 juta yuan. Dari jumlah itu, biro tersebut baru membayar 270 ribu yuan dan masih menunggak 3,4149 juta yuan.

Kedua pihak sepakat pembayaran dilakukan secara bertahap:

Namun Gao mengatakan, pembayaran pertama hanya masuk 400 ribu yuan, pembayaran kedua sebesar 1,5 juta yuan hanya dibayar 100 ribu yuan, sedangkan pembayaran ketiga sebesar 1,4149 juta yuan hanya dibayar 50 ribu yuan.

Gao mengeluhkan bahwa “setiap kali mereka tidak menjalankan perjanjian sesuai kesepakatan”. Hingga kini, masih ada lebih dari 2,8 juta yuan yang belum dibayar.

Ia juga mengatakan bahwa di antara para pekerja perusahaan terdapat orang-orang dengan kondisi keluarga sulit dan orang tua yang sakit. Penunggakan pembayaran jangka panjang telah memengaruhi operasional normal perusahaan.

“Benar-benar sudah tidak ada cara lain, makanya kami membuat video itu,” ujarnya.

Pada pagi 26 Mei, seorang staf kantor Biro Pertanian dan Pedesaan Kabupaten Shanghe menanggapi bahwa dirinya “tidak terlalu memahami” detail tunggakan tersebut.

Informasi dari Platform Nasional Transaksi Sumber Daya Publik Tiongkok menunjukkan bahwa perusahaan pemenang tender proyek layanan “satu penyemprotan tiga pencegahan” gandum Kabupaten Shanghe tahun 2023 memang adalah Perusahaan Junshen. Pihak pemberi tender adalah Biro Pertanian dan Pedesaan Kabupaten Shanghe, dan proyek itu mencakup layanan pengendalian di enam wilayah kecamatan, termasuk Longsangsi, Shahe, Zhenglu, Sunji, Hanmiao, dan Yinxiang.

Laporan ini memicu perhatian luas. Warganet berkomentar:

Pada 26 Mei sore, seorang pejabat Biro Pertanian dan Pedesaan Kabupaten Shanghe menanggapi bahwa “kami sudah berbicara lewat telepon dengan pihak terkait dan sedang bernegosiasi untuk menyelesaikan masalah ini”. Namun kondisi sebenarnya masih belum jelas. (***)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal KRL Solo-Jogja selama Iduladha 2026, Mulai 28 hingga 31 Mei 2026
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Simak Prediksi Cuaca Wilayah Jakarta Hari ini
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Rafael Leao Mulai Gerah di AC Milan, Komentar Gerry Cardinale Bisa Picu Drama Transfer Musim Panas
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Menimbang Ulang Sistem Ranking di Sekolah: Antara Relevan dan Tidak
• 5 jam lalukompas.com
thumb
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.