HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulsel, dukungan terhadap Munafri Arifuddin kian menguat dan semakin solid.
Sebanyak 21 DPD II Golkar kabupaten/kota di Sulsel disebut telah mengerucut mendukung sosok yang akrab disapa Appi itu untuk memimpin DPD I Golkar Sulsel.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua DPD II Golkar Toraja Victor Datuan Batara (VDB). “Situasi saat ini menjelang Musda, DPD II tetap solid mendukung satu nama, yaitu Pak Appi,” ujar VDB pada Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut VDB, sikap politik mayoritas DPD II itu sejalan dengan harapan Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel agar seluruh kader tetap menjaga soliditas menghadapi Musda.
“Ini seperti keinginan Pak Plt Ketua DPD I bahwa Golkar harus solid yang menjadi pesan Pak Ketum Bahlil, dan itu memang benar. Kami sudah solid sudah lama,” katanya.
Victor mengungkapkan bahwa Golkar Sulsel pernah melalui dua Musda yang dipaksakan. Hasilnya suara Golkar mengalami penurunan hingga kehilangan kursi ketua DPRD Sulsel.
“Aspirasi akar rumput diharapkan didengar. Bercermin dari Musda sebelumnya, hasilnya apa? Kita tahu bersama,“ jelasnya.
“Nah kali ini, tolonglah DPP untuk mendengarkan kami juga di tingkat kabupaten kota ini karena kamilah yang panglima-panglima yang sesungguhnya di lapangan. Tolonglah kami untuk didengarkan,” sambung Victor.
VDB menegaskan bahwa jika aspirasi akar rumput didengar, ia optimis Sulsel akan kembali jadi lumbung suara Golkar jika karena kader tetap solid setelah Musda digelar.
Aspirasi mayoritas DPD II ini, kata dia, tak sekadar untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu.
“Kepentingan DPP kan juga ingin Golkar berjaya di Sulsel. Tapi persoalannya adalah kami, bisa dibilang tiap malam tidur dengan masyarakat, rakyat pemilih,” tutur Victor.
21 DPD II, kata VDB, berharap ketua DPD I Golkar Sulsel adalah figur yang mampu menyatukan kekuatan Golkar dan mengembalikan kejayaan beringin rimbun di Sulsel.
“Kami berharap semua panglima-panglima DPD II yang ada di lapangan ini, ada satu sosok yang bisa menyatukan semua ini sehingga kembali Sulsel jadi lumbung golkar,” pungkasnya.
VDB menilai seluruh kader Golkar yang muncul sebagai kandidat merupakan figur terbaik. Namun, jika mempertimbangkan kebutuhan partai saat ini dan tantangan politik ke depan, Appi dianggap menjadi sosok paling tepat memimpin Golkar Sulsel.
“Semua kader (figur mencuat) terbaik. Tetapi kalau kita berbicara kekinian dan masa yang akan datang, Pak Appi kami kira yang paling tepat untuk saat ini,” tuturnya.
VDB juga menilai Appi telah menunjukkan kapasitas dan prestasi politik yang nyata. Selain itu, Appi juga disebut intens membangun komunikasi dengan seluruh DPD II di Sulsel.
“Selama ini Pak Appi intens berkomunikasi dengan seluruh DPD II. Cara komunikasinya enak ke semua, enjoy, bicara faktual sesuai kondisi lapangan. Orangnya juga humble,” ujarnya.
VDB menegaskan bahwa dari sisi prestasi, dedikasi, hingga loyalitas terhadap partai, Appi dianggap telah memenuhi seluruh syarat untuk mendapat dukungan penuh kader daerah. Sehingga dia optimis Appi akan aklamasi seperti keinginan Ketum Bahlil.
“Jadi jelas dari sisi prestasi, dedikasi, dan loyalitas terbukti, tidak tercela, apa lagi coba? Sudah memenuhi syarat dukungan, apa lagi. Jadi insyaallah akan aklamasi,” katanya.
VDB mengungkapkan bahwa dalam proses Musda ini, 21 dukungan DPD II menjadi kunci solidnya Golkar Sulsel ke depannya. Sehingga ia berharap agar DPP Golkar memberi ruang bagi aspirasi akar rumput di daerah.
Menurutnya, kondisi justru bisa menjadi tidak solid apabila keputusan dipaksakan tanpa mempertimbangkan aspirasi akar rumput.
“Sekarang ini solid karena dukungan DPD II terhadap satu kandidat sudah jelas. Justru itu yang tidak solid kalau tidak seperti itu, karena itu berarti kehendak sepihak (DPP),” katanya.
Di sisi lain, VDB menegaskan bahwa dukungan kader Golkar Sulsel terhadap Ketum Golkar Bahlil Lahadalia tidak perlu diragukan.
“Dukungan kami terhadap Pak Ketum Bahlil jangan diragukan lagi. Kami militan mendukung Pak Ketum. Seribu persen kami mendukung beliau sebagai ketua umum,” tegasnya.
Sebelumnya, Plt DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said menekankan soliditas dan kekompakan kader Golkar Sulsel menjelang Musda XI DPD I Golkar Sulsel.
Hal tersebut diungkapkan Muhidin saat memberikan arahan di Konsolidasi DPD I Golkar Sulsel bersama para kader Golkar di Dapil II Sulsel di Soppeng pada Sabtu, 16 Mei.
Konsolidasi tersebut dihadiri kader Golkar Sulsel di 9 kabupaten/kota Sulsel.
“Ketua Umum Bapak Bahlil Lahadalia menyampaikan pesan. Golkar diharapkan di Sulsel ini supaya bisa meningkatkan soliditasnya,” ucap Muhidin.
Muhidin menegaskan bahwa soliditas kader Golkar Sulsel jangan sampai kendor menjelang Musda Golkar Sulsel dan harus dipertahankan untuk menghadapi tantangan Pileg dan Pilkada ke depannya.
“Di Sulsel satu dan tiga luar biasa (kosolidasi), kita tutup di Sulsel II (konsolidasi) ini yang lebih luar biasa,” tegasnya.
Muhidin mengenang Musda X DPD I Golkar Sulsel yang tensi politik yang tinggi sehingga diadakan di Jakarta.
“Saya paham betul, 5-6 tahun lalu saya juga pemimpin Musda Golkar Sulsel, sampai di laksanakan di Jakarta. Saya yakin nanti Musda XI tidak terjadi lagi, yang ada kekompakan dan kebersamaan karena tantangan kita ke depan jauh lebih besar apa yang kita alami pada saat ini,” beber Muhidin.
Muhidin menegaskan bahwa Musda XI DPD I Golkar Sulsel sudah siap digelar karena kader Golkar Sulsel sudah kompak.
“Jadi nanti harapan Ketum, dari 36 provinsi yang sudah Musda semuanya aklamasi. Sekarang tinggal dua, Sumsel dan Sulsel,” ungkapnya. (ams)





