KOMPAS.com - Fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi dimulai. Seluruh jemaah haji Indonesia dipastikan telah tiba di Arafah menjelang pelaksanaan wukuf, Selasa (26/5/2026). Keberhasilan mobilisasi jemaah dari Mekkah menuju Arafah menjadi perhatian utama Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI di tengah kompleksitas layanan Armuzna tahun ini.
Anggota Timwas Haji DPR RI Abdul Wachid menyampaikan laporan tersebut saat tiba di Maktab 51 Arafah, Makkah, sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Ia memastikan proses pemberangkatan jemaah berlangsung tuntas sejak malam sebelumnya.
“Alhamdulillah, kami laporkan bahwa jemaah haji Indonesia sudah sampai di Arafah tadi malam 100 persen,” ujar Abdul Wachid, dilansir dari laman dpr.go.id, Selasa.
Kepastian seluruh jemaah tiba di Arafah dinilai penting karena wukuf merupakan rukun utama ibadah haji. Pada fase ini, jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di kawasan Arafah dalam waktu hampir bersamaan sehingga membutuhkan pengaturan mobilitas, transportasi, dan layanan yang ketat.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Manokwari Ikut Wukuf Safari, Karena Pasang Ring Jantung
Menurut Abdul Wachid, rangkaian ibadah wukuf dimulai setelah masuk waktu zuhur dengan diawali khutbah wukuf. Setelah itu, jemaah menjalani wukuf hingga menjelang petang sebelum melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina.
“Hari ini, Selasa (26/5/2026), akan menjalankan ibadah wukuf yang sebentar lagi dimulai dari jam 12, diawali khutbah wukuf dan dilanjutkan melaksanakan wukuf kurang lebih sampai sekitar jam 6 petang,” kata Politikus Fraksi Partai Gerindra itu.
Fase Armuzna selama ini dikenal sebagai tahap paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji karena melibatkan perpindahan massal jemaah dalam waktu singkat. Selain kesiapan armada transportasi, layanan tenda, konsumsi, kesehatan, serta pengaturan arus jemaah menjadi faktor utama yang menentukan kelancaran ibadah.
Oleh karena itu, Timwas Haji DPR RI melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik layanan dan maktab di Arafah untuk memastikan layanan dasar berjalan sesuai rencana. Pengawasan juga difokuskan pada antisipasi keterlambatan pergerakan jemaah dan potensi kepadatan saat perpindahan menuju Muzdalifah dan Mina.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Manokwari Ikut Wukuf Safari, Karena Pasang Ring Jantung
Setelah pelaksanaan wukuf selesai, jemaah dijadwalkan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengambil batu kerikil sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna menjalani lempar jumrah.
“Setelah itu kita lanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dan Mina,” tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI tersebut.
Keberhasilan pergerakan seluruh jemaah menuju Arafah menjadi indikator penting kesiapan layanan puncak haji tahun ini. Meski demikian, pengawasan dipastikan tetap dilakukan hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah jemaah Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




