Bayang-Bayang First Travel di Balik Nestapa Jemaah Hanania

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Langkah kaki Monica terasa berat saat berjalan keluar dari gedung Polda Metro Jaya, Kamis (28/5/2026). Datang jauh-jauh dari Serang, Banten, perempuan ini membawa secercah harapan yang sayangnya harus berujung sia-sia.

Hari itu, Monica bersama puluhan calon jemaah umrah lainnya berkumpul untuk menunggu hasil mediasi antara pimpinan Hanania Travel dan perwakilan jemaah. Namun, begitu pintu ruang mediasi terbuka, kabar buruk yang kembali mereka terima.

Advertisement

BACA JUGA: Curhat Calon Jemaah Gagal Umrah, Owner Hanania Travel Dibawa ke Polisi

Tak ada titik terang. Janji-janji yang selama ini diembuskan pihak travel tampaknya mulai menemui jalan buntu.

“Sudah enggak bisa dimediasiin lagi kayaknya. Karena memang dia (pemilik travel) enggak bisa bayar,” tutur Monica dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.

Terpikat Paket Premium di Media Sosial

Monica kemudian mengenang kembali awal mula dirinya bisa terjebak dalam pusaran masalah ini. Semua bermula dari layar ponsel. Lewat media sosial, ia melihat promosi Hanania Travel yang tampak begitu meyakinkan.

Pelayanannya terlihat profesional, pilihan paketnya pun beragam dan menggiurkan—mulai dari ibadah umrah reguler hingga paket plus jalan-jalan ke Dubai dan Turki. Terpikat dengan penawaran tersebut, Monica dan suaminya memantapkan niat untuk mendaftar paket bertajuk “Premium Pelataran”.

Biaya awal untuk satu paket dibanderol Rp38,9 juta. Demi kenyamanan beribadah, Monica rela merogoh kocek lebih dalam untuk melakukan upgrade kamar dengan menambah Rp14 juta untuk dua orang. Tak tanggung-tanggung, ia juga mengambil layanan dokumentasi fotografer pribadi senilai hampir Rp5 juta.

Secara keseluruhan, Monica sudah menyetor uang hingga Rp95,5 juta. Proses pendaftaran dilakukan pada Desember 2025, dan seluruh biaya tersebut telah dilunasinya pada Januari 2026.

Saat itu, semuanya tampak berjalan lancar. Bahkan, mendekati hari keberangkatan yang dijadwalkan pada 29 Maret 2026, dokumen penting yang ditunggu-tunggu sudah rampung.

“Visa tuh sebenarnya sudah keluar,” ucap Monica.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Targetkan Lintasan LRT Lingkari Ibu Kota
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
AS–Iran di Titik Kritis Perundingan, Trump Cegah Israel Membombardir Hizbullah
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Menwa Jayakarta dan Sahabat Rizky Irmansyah Salurkan Sapi Kurban 1 Ton
• 5 menit lalurepublika.co.id
thumb
Menanti Taji Cicilan Rumah Subsidi hingga 40 Tahun ke Daya Beli
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif bagi Generasi Muda
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.