Alasan Aktivis GSF Berlayar ke Gaza: Pemerintah Dunia Gagal Hentikan Penjajahan Israel di Palestina

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Aktivis Global Sumud Flotilla, Asad Aras, menyampaikan keterangan dalam program ROSI KompasTV, Kamis (28/5/2026). (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis kemanusiaan yang terlibat misi Global Sumud Flotilla (GSF), As'ad Aras, mengatakan gerakan yang dilakukannya untuk menembus blokade adalah inisiatif sipil karena kegagalan pemerintah di dunia menghentikan penjajahan Israel di Palestina.

As'ad menilai pemerintahan-pemerintahan di dunia gagal menghentikan genosida dan membuka blokade di Gaza. Karena sebab itulah, relawan yang tergabung dalam GSF berinisiatif menggalang dukungan dan menyalurkan bantuan ke Gaza.

"Karena pemerintah dunia telah gagal maka rakyat sipil dunia akhirnya berlayar, dan bagi kami, khususnya umat Islam di Indonesia, seharusnya meyakini bahwa kita tidak sedang berkorban untuk mereka (Palestina)," kata As'ad dalam program ROSI KompasTV, Kamis (28/5). 

"Justru sebaliknya, mereka yang sedang mengorbankan diri mewakili seluruh umat Islam dunia, karena tanah Palestina adalah tanah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW di mana di dalamnya ada Masjidil Al-Aqsa."

Baca Juga: Aktivis Global Sumud Flotilla Mengaku Disika Sambil Diperdengarkan Lagu Israel: Ada yang Pingsan

As'ad menambahkan, kendati mengalami penyiksaan oleh militer Israel, ia ingin terlibat kembali dalam misi GSF selanjutnya. Terlebih, ketika kapalnya dicegat militer Israel, As'ad mengaku telah berlayar lima hari dan berjarak 200 mil laut dari Gaza.

Sementara itu, Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Jajang Nurjaman berharap pelayaran GSF menjadi inspirasi dan menarik perhatian untuk persoalan Palestina. Jajang menyebut pelayaran pada pertengahan Mei lalu diikuti 428 relawan dari sekitar 50 negara.

Kendati dihentikan militer Irael, misi ini diharapkan memperbesar tekanan internasional terhadap Israel. Jajang berharap tekanan internasional terhadap Israel semakin besar hingga terwujud keadilan dan perdamaian di Gaza.

"Faktanya sampai saat ini, genosida masih terjadi di Gaza, Gaza masih diblokade, Palestina masih belum merdeka, Baitul Maqdis belum terbebas," kata Jajang.

"Dunia masih diam, pemerintah-pemerintah belum berani membawa Israel ini ke pengadilan internasional. Oleh karenanya, gerakan kami murni gerakan sipil yang membawa misi kemanusiaan agar Gaza tidak sendirian."

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • global sumud flotilla
  • israel
  • wni disiksa israel
  • aktivis global sumud flotilla
  • aktivis gsf
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jemaah Haji Diimbau Tak Lempar Jumrah Jam 10 sampai 2 Siang, Hindari Heatstroke
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Tragis! Polisi Ungkap Kasus Satu Keluarga Tewas dalam Tenda Wisata: Diduga Keracunan Makanan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Wall Street Gemilang, Semua Indeks Saham AS Cetak Rekor Tertinggi Baru
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Mengolah Daging Kurban agar Tidak Picu Kolesterol tapi Tetap Nikmat
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Novak Djokovic Lolos Dramatis ke Babak Ketiga French Open Usai Ditahan Petenis Tuan Rumah
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.