Inggris Sebut Rusia Telah Kehilangan 500.000 Tentara dalam Perang Lawan Ukraina

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala badan intelijen, siber, dan keamanan Inggris (GCHQ), Anne Keast-Butler, mengklaim hampir 500.000 tentara Rusia telah tewas sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari 2022.

Pernyataan tersebut disampaikan Keast-Butler pada 27 Mei dengan merujuk pada “intelijen baru”, meskipun dia tidak memaparkan angka pasti korban jiwa yang dimaksud.

Estimasi tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan media independen Rusia, Mediazona dan Meduza, yang pada awal bulan ini menyebut sekitar 352.000 pria Rusia berusia 18–59 tahun tewas sejak invasi skala penuh dimulai.

Meski angka korban berbeda-beda, Mediazona bersama layanan BBC Rusia telah mengonfirmasi identitas 221.206 tentara Rusia yang tewas di Ukraina hingga 22 Mei.

Verifikasi dilakukan melalui berita duka, unggahan media sosial, dan berbagai sumber terbuka lainnya.

Keast-Butler menyampaikan data tersebut dalam pidato publik pertamanya sebagai direktur GCHQ yang membahas tantangan intelijen Inggris, termasuk ancaman dari Rusia.

Baca Juga

  • Serangan Drone Ukraina Tewaskan Lima Orang di Rusia
  • Bertemu Putin, Xi Jinping Sebut Menghentikan Konflik di Timur Tengah Adalah Keharusan
  • Setelah Donald Trump, China Bersiap Menyambut Vladimir Putin

Menurut dia, Rusia kini meningkatkan aktivitas hibrida terhadap Inggris dan negara-negara Eropa.

“Rusia meningkatkan aktivitas hibrida hariannya terhadap Inggris dan Eropa, yang meluas dari dasar laut hingga dunia maya,” kata Keast-Butler.

Dia juga menilai Presiden Rusia Vladimir Putin menghadapi kemunduran di medan perang.

Sejumlah penilaian independen dari Barat selama ini menyimpulkan bahwa korban di pihak Rusia lebih besar dibandingkan Ukraina.

Lembaga kajian yang berbasis di Washington, Center for Strategic and International Studies (CSIS), dalam laporan Januari 2026 memperkirakan jumlah korban Rusia sekitar dua hingga 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan Ukraina.

Berdasarkan laporan CSIS, Ukraina diperkirakan mengalami 500.000 hingga 600.000 korban sejak Februari 2022 hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 100.000 hingga 140.000 tentara diperkirakan tewas dalam pertempuran.

Sementara itu, Rusia tidak pernah secara resmi mengungkap jumlah korban militernya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam wawancara dengan France TV pada 4 Februari mengatakan sedikitnya 55.000 tentara Ukraina telah tewas sejak perang skala penuh dimulai.

Adapun menurut data Staf Umum Ukraina per 27 Mei, Rusia telah kehilangan sekitar 1.358.950 personel sejak invasi dimulai pada 24 Februari 2022. Namun, angka tersebut mencakup tentara yang tewas, terluka, ditangkap, maupun dinyatakan hilang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PKP: Lahan Kementerian ATR Diprioritaskan untuk Rumah Susun
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Film Semua Akan Baik-baik Saja Raup 1 Juta Penonton dalam 14 Hari Tayang
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Asuransi Umum di Wilayah OJK Malang Himpun Premi Rp125 Miliar
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Patroli Cipta Kondisi di Jakpus, Polisi Sita Ribuan Tramadol & Tembakau Sintetis
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Pemilik Hanania Travel Dibawa Calon Jemaah ke Polda Metro, Jalani Mediasi di Gedung SPKT
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.