Ragam Reaksi Emiten Sawit SMAR hingga DSNG soal Kebijakan Ekspor CPO Satu Pintu

katadata.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah emiten bidang bisnis industri sawit buka suara terkait kebijakan ekspor satu pintu lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam pelaksanaannya, BUMN akan membeli komoditas dari produsen lokal untuk diekspor.

Kebijakan itu akan dieksekusi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), sebuah perusahaan pelat metah yang baru dibentuk untuk mengurusi kebijakan ekspor satu pintu tersebut. Pemerintah pun telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (DSA) sebagai payung hukum kebijakan itu.

Ekspor satu pintu lewat DSI akan dijalankan dalam dua tahap. Tahap pertama yang berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, di mana DSI akan berperan sebagai penilai dan perantara antara penjual dan pembeli komoditas ekspor tertentu. Skema ekspor ini baru berlaku untuk komoditas batu bara, minyak kelapa sawit, dan paduan besi atau ferro alloy.

Merespons langkah pemerintah itu, beberapa emiten bersikap tenang karena porsi penjualan mereka didominasi pasar domestik. Adapun emiten-emiten di industri sawit yang sudah buka suara terkait kebijakan baru itu antara lain PT FAP Agri Tbk (FAPA), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).

Berikut respons masing-masing emiten terhadap kebijakan ekspor satu pintu tersebut:

SMAR

Wakil Direktur Utama SMAR, Gianto Widjaja mengatakan, pihaknya memahami rencana pemerintah terkait kebijakan ekspor itu, termasuk produk sawit. Saat ini, perseroan masih menunggu penerbitan PP terkait beserta ketentuan atau petunjuk pelaksanaannya.

Hal itu dilakukan untuk memahami kebijakan baru tersebut secara komprehensif. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya belum dapat menilai dan mengungkapkan dampak PP itu terhadap operasional perseroan.

Kendati demikian, dia menegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk mematuhi seluruh peraturan pemerintah dan ketentuan perundangan yang berlaku. Setelah PP serta ketentuan danpetunjuk pelaksanaannya diterbitkan, perseroan akan segera menyiapkan langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna memastikan kepatuhan terhadap PP itu serta menjaga keberlangsungan usaha perseroan secara jangka panjang. 

Berdasarkan laporan keuangan Tahun Buku 2025, penjualan ekspor produk kelapa sawit SMAR mencapai Rp 29,45 triliun. Sementara penjualan ke pasar domestik hanya sebesar Rp 11,20 triliun. Adapun pendapatan perseroan pada tahun lalu mencapai Rp 86,94 triliun. 

DSNG 

Corporate Secretary PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), Paulina Suryanti mengatakan, kebijakan ekspor satu pintu tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha maupun operasional perseroan. Menurut dia, DSNG selama ini hanya melakukan penjualan produk kelapa sawit di pasar domestik sehingga perusahaan tidak melihat adanya dampak langsung dari kebijakan tersebut.

“Perseroan terus memantau perkembangan rencana penerbitan PP Tata Kelola Ekspor SDA dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Paulina.

Ia menambahkan, hingga saat ini perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi khusus terkait kebijakan ekspor satu pintu tersebut.

Berdasarkan Tahun Buku 2025, pendapatan DSNG mencapai Rp 12,31 triliun. Dari pendapatan itu, pendapatan lokal mencapai Rp 10,96 triliun sementara pendapatan ekspor mencapai Rp 1,35 triliun.  

PGUN

Direktur PGUN, Tamlikho mengatakan, perseroan tidak melakukan ekspor secara langsung sehingga kebijakan pemerintah tersebut tidak berdampak material terhadap operasional perusahaan.

Produk utama PGUN berupa crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan palm kernel selama ini dijual kepada pihak afiliasi dan pelanggan domestik. Dua di antaranya yaitu kepada PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) sebagai bahan baku biodiesel, serta PT Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM) untuk diolah menjadi crude palm kernel oil (CPKO).

“Kebijakan tersebut tidak berdampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan karena perseroan tidak melakukan penjualan ekspor secara langsung,” kata Tamlikho dalam keterangannya dikutip pada Jumat (29/5).

Berdasarkan laporan keuangan 2025, PGUN membukukan penjualan bersih sebesar Rp 792,72 miliar. Penjualan berasal dari minyak kelapa sawit sebesar Rp 694,93 miliar, inti kelapa sawit Rp 96,46 miliar, dan cangkang Rp 1,32 miliar. Seluruh penjualan dilakukan kepada JARR.

FAPA

Direktur FAPA, Henryzal M Panjaitan mengatakan, perseroan saat ini tidak memiliki pendapatan dari ekspor. Meskipun demikian, perusahaan akan mengikuti seluruh ketentuan pemerintah terkait tata kelola ekspor sumber daya alam.

Menurut Henryzal, dampak kebijakan terhadap bisnis perusahaan masih bergantung pada bentuk final dan implementasi aturan tersebut.

“Dampak terhadap kelangsungan usaha perseroan masih sangat bergantung pada bentuk final, ruang lingkup, serta implementasi dari peraturan tersebut apabila nantinya diberlakukan secara resmi oleh pemerintah,” tulisnya.

Sepanjang 2025, FAPA mencatatkan penjualan sebesar Rp 7,58 triliun. Sebagian besar berasal dari penjualan minyak sawit sebesar Rp 5,32 triliun kepada sejumlah pihak ketiga, seperti PT Green Global Utama, PT Multi Nabati Sulawesi dan PT Wahana Prima Sejati.

SSMS

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono mengatakan, perseroan saat ini juga belum melakukan kegiatan ekspor. Namun, perusahaan siap menyesuaikan aktivitas bisnis dengan ketentuan pemerintah apabila nantinya melakukan ekspor.

“Pada dasarnya perseroan mendukung kebijakan yang diambil pemerintah dan berkomitmen menjaga keberlanjutan usaha serta kepentingan seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Jap Hartono.

Sepanjang 2025, SSMS membukukan pendapatan sebesar Rp 14,81 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penumpang KA Walahar Nekat Turun Sebelum Kereta Berhenti di Bekasi, KAI Beri Peringatan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Jakarta Sambut Waisak di Bundaran HI: Diwarnai Lampu Hias, Warga Antusias
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Fadia Arafiq Ancam Pecat Pegawai Outsourcing Jika Tak Dukung di Pilkada
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Berencana Nonton BTS di Busan, Ayu Ting Ting: Targetnya Ingin Dipangku
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Astra Serahkan Rumah Layak Huni & Luncurkan EcoBiz Desa Sejahtera Astra di Garut
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.