PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp210,6 miliar untuk tahun buku 2025.
IDXChannel - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp210,6 miliar untuk tahun buku 2025. Jumlah tersebut sekitar 60 persen dari total laba tahun buku 2025 yang didistribusikan kepada pemegang saham.
Direktur Akuntansi dan Keuangan Jasuindo, Michael Christian mengatakan, pembagian dividen tahun ini setara dengan Rp31 per saham, setelah memperhitungkan saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan.
"Hasil RUPS, pembagian dividen total Rp210,6 miliar atau 60 persen dari laba tahun buku 2026 yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham," ujarnya dalam Public Expose virtual, Jumat (29/5/2026).
Pada tahun 2025 perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,8 triliun atau tumbuh 32 persen secara tahunan. Kinerja ini ditopang dari oleh segmen sekuriti yang terdiri dari kartu identitas, kartu pembayaran, perlindungan merek, dan lainnya.
Sementara untuk laba kotor meningkat menjadi Rp713 miliar yang didukung oleh peningkatan margin karena produksi bergeser ke arah penawaran dengan nilai tambah yang lebih tinggi, khususnya dalam solusi keamanan digital. EBITDA tumbuh menjadi Rp601 miliar.
Adapun laba bersih tumbuh menjadi Rp351 miliar, sebesar 60 persen akan digunakan sebagai pembayaran dividen dan sisanya akan digunakan sebagai modal untuk ekspansi usaha. Presentasi pembayaran dividen ini memang terlihat lebih kecil jika dibandingkan tahun buku 2024 sebesar 70 persen.
"Perbandingan dividen dengan tahun sebelumnya memang kalau dilihat dari tahun 2024 itu dividen payout ratio -nya 70 persen, sedangkan tahun ini 60 persen. Tetapi kalau dilihat dari nilai nominalnya tahun ini lebih besar, karena tahun lalu Rp24, sekarang Rp31," kata Michael.
Pada 2026, dia memperkirakan pendapatan dan laba bersih perseroan bisa tumbuh lebih dari 10 persen pada tahun 2026. Strategi perseroan difokuskan pada penguatan bisnis inti sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru melalui inovasi dan kolaborasi strategis.
"Kami akan memanfaatkan kompetensi inti di bidang security printing untuk mengembangkan solusi biometrik baik dari sisi sistem maupun perangkat. Perseroan mempercepat ekspansi melalui usaha patungan strategis khususnya pada pengembangan RFID dan kartu telekomunikasi," lanjutnya.
Michael menambahkan JTPE juga turut menjaga keunggulan produksi melalui investasi pada teknologi keamanan dan paspor canggih serta memperkuat transformasi digital melalui solusi tanda tangan digital atau E-Sign.
"Melalui strategi ini, perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas bisnis dan mendorong pertumbuhan jangka panjang," ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)





