Karyawan Biasa Menang Judol Rp 21 Miliar, Dituntut Penjara 50 Tahun

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Judi Online (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang karyawan Google, Michele Spagnuolo, yang berprofesi sebagai software engineer, harus berhadapan dengan masalah hukum. Ia dituntut dengan tuduhan penipuan komoditas, penipuan melalui transfer dana elektronik, dan pencucian uang.

Pasalnya, Spagnulo diduga menggunakan data perusahaan yang bersifat rahasia untuk menghasilkan keuntungan sekitar US$1,2 juta (Rp21,4 miliar) di platform pasar prediksi Polymarket. Sebagai informasi, Polymarket masuk dalam kategori judi online di Indonesia sehingga diblokir Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).


Jaksa federal di Distrik Selatan New York menuduh Spagnuolo, seorang warga negara Italia berusia 36 tahun yang tinggal di Swiss, mengakses tool software internal Google yang bersifat rahasia, untuk mendapatkan data nonpublik tentang hasil 'Year in Search' 2025.

Adapun software internal tersebut sudah ditandai dengan teks merah sebagai 'Google Confidential', yang artinya tidak untuk dipublikasikan atau disebarluaskan. Year in Search 2025 sendiri merujuk pada data pencarian tahunan pengguna Google sepanjang 2025.

Spagnuolo dikatakan memanfaatkan informasi 'curian' bersifat rahasia di sistem internal Google untuk melakukan perdagangan di Polymarket antara Oktober dan Desember 2025, dikutip dari Quartz, Jumat (29/5/2026).

Pilihan Redaksi
  • Judi Online dan Bonus Demografi yang Terancam
  • Polymarket Diblokir di RI, Komdigi: Masuk Kategori Judi Online

Ia mempertaruhkan sekitar US$2,7 juta (Rp48,2 triliun) di setidaknya 23 kontrak yang terkait dengan peringkat pencarian tahunan. Spagnuolo menggunakan nama akun "AlphaRaccoon" di platform tersebut.

Berbagai tuntutan yang dilayangkan ke Spagnuolo secara gabungan bisa mengakibatkan dirinya dikenai hukuman penjara maksimum 50 tahun. Spagnuolo hadir di hadapan Hakim Magistrat AS, Sarah Netburn, pada Rabu pekan lalu, dan dibebaskan dengan jaminan sebesar US$2,25 juta (Rp40,2 miliar). Pengacaranya, Mike Ferrara, menolak berkomentar tentang tuduhan tersebut, menurut Bloomberg.

Dalam perjudian yang dilakukan Spagnuolo, jaksa membeberkan bahwa ia bertaruh penyanyi D4vd akan muncul di urutan teratas sebagai orang yang paling dicari di Google pada 2025.

Ketika Google kemudian mempublikasikan hasil Year in Search pada 4 Desember 2025, terkonfirmasi bahwa D4vd merupakan orang paling dicari di platform tersebut. Alhasil Spagnuolo berhak mengumpulkan keuntungan sebesar US$1,2 juta.

Ketika spekulasi bermunculan di X dan Discord pada Desember 2025 yang membahas apakah AlphaRaccoon memiliki akses ke data internet Google, Spagnuolo merespons dengan mengubah nama akunnya dan mengarahkan transaksi ke tool mata uang kripto privat untuk menghapus jejaknya, menurut Bloomberg.

Secara terpisah, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas mengajukan gugatan perdata terhadap Spagnuolo, meminta pengadilan untuk memerintahkannya mengembalikan keuntungan yang diperoleh secara ilegal, membayar denda, dan menghadapi larangan perdagangan dan pendaftaran.

"Karyawan tersebut mengakses materi pemasaran kami menggunakan alat yang tersedia untuk semua karyawan, tetapi menggunakan informasi rahasia tersebut untuk memasang taruhan merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan kami," kata Google dalam sebuah pernyataan.

"Kami telah menempatkan karyawan tersebut dalam masa cuti dan akan mengambil tindakan yang sesuai," Google menambahkan.

Polymarket mengklaim bahwa sistem integritas pasar internal mereka sendiri yang mengidentifikasi aktivitas mencurigakan Spagnuolo dan mengatakan bahwa rujukan perusahaan kepada penegak hukum adalah yang memicu penangkapannya.

"Dengan 2 dari 2 penangkapan di industri ini yang dihasilkan dari rujukan kriminal kami, Polymarket telah muncul sebagai pemimpin penegakan hukum," kata perusahaan itu dalam sebuah unggahan di X.

Kasus ini merupakan penuntutan perdagangan orang dalam tingkat tinggi kedua yang terkait dengan Polymarket dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, seorang sersan utama Pasukan Khusus Angkatan Darat AS didakwa menggunakan intelijen militer rahasia untuk memasang taruhan pada kontrak yang terkait dengan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, menghasilkan sekitar US$410.000 (Rp7,3 miliar).

Prajurit tersebut, Gannon Ken Van Dyke, telah menyatakan tidak bersalah. Kasus terhadap Spagnuolo muncul di tengah penyelidikan kongres yang lebih luas tentang perdagangan orang dalam di Polymarket dan pesaingnya, Kalshi, dengan lebih dari 10 rancangan undang-undang yang menargetkan pasar prediksi yang diajukan di Kongres tahun ini.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Youtube-Instagram Langgar Hukum,Google & Meta Diperiksa Komdigi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Candu Virtual, Derita Nyata
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Mau Bakar Sate, Pria di Ciputat Timur Terbakar usai Siram Arang dengan Bensin
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Nova Arianto Ungkap Sibuknya Mathew Baker: Setelah Piala Asia U-17 2026, Kini Piala AFF U-19 2026 dan Dipanggil Timnas Indonesia Senior
• 4 jam lalubola.com
thumb
Golkar Catat Peningkatan Pelayanan Haji, Nilai Petugas Lebih Disiplin
• 22 jam laludetik.com
thumb
Wabah Mematikan Ebola Bundibugyo di Kongo Menjadi yang Terbesar Ketiga dalam Sejarah
• 16 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.