JAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan Presiden Prabowo ke Perancis pada Selasa (26/5/2026) hingga Jumat (29/5/2026) menghasilkan sejumlah komitmen konkret di bidang pertahanan, ekonomi, pendidikan, hingga isu geopolitik global.
Ini merupakan kali ketiga Prabowo berkunjung ke Perancis pada tahun ini, setelah berkunjung pada Januari dan April lalu.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada fase terbaik dalam sejarah hubungan kedua negara.
"Saya sependapat, Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini," ujar Prabowo, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Teddy Sebut Kunjungan Prabowo di Perancis Hasilkan 4 Kesepakatan
Menurut dia, eratnya hubungan kedua negara tidak lepas dari dukungan langsung Macron dalam memperkuat kerja sama bilateral.
Prabowo juga menilai Perancis merupakan salah satu mitra strategis penting Indonesia di tengah situasi global yang masih dibayangi ketidakpastian dan berbagai konflik.
Dia mengatakan, kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari pertahanan, pendidikan, energi bersih, sains dan teknologi, hingga investasi.
"Kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak," kata Prabowo.
Baca juga: Kunjungan Prabowo ke Perancis Perkuat Kerja Sama Energi hingga Pertahanan
Perkuat kerja sama pertahananDalam pertemuan bilateral tersebut, Macron menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis penting Perancis di kawasan Indo-Pasifik.
"Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo," ujar Macron.
Dia menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis menjadi kemitraan global yang lebih luas dan mendalam di tengah dinamika geopolitik dunia.
Di sektor pertahanan, Macron menyoroti tibanya pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai simbol nyata semakin eratnya hubungan kedua negara.
Baca juga: Indonesia-Perancis Latihan Militer Bersama dalam Misi Pegasus pada September 2026
"Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini," ungkapnya.
Tak hanya itu, Macron juga mengumumkan bahwa Indonesia dan Perancis akan kembali menggelar latihan militer bersama melalui Misi Pegasus pada September 2026.
Menurut dia, kemitraan pertahanan kedua negara kini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.





