Grid.ID - Seorang pria jatuh dari lantai 2 Lawang Sewu. Polisi menyebut korban membawa Mandau sampai diduga hendak uji nyali.
Seorang pengunjung jatuh dari lantai dua Lawang Sewu, Kota Semarang, Jumat (28/5/2026) petang. Akibat kejadian ini, korban mengalami patah kaki dan dilarikan ke rumah sakit.
Berikut kronologi pria jatuh dari lantai 2 Lawang Sewu. Polisi menyebut korban membawa Mandau sampai diduga hendak lakukan uji nyali.
Seorang wisatawan dilaporkan terjatuh dari lantai dua kawasan wisata Lawang Sewu di Semarang. Akibat insiden tersebut, korban mengalami cedera berupa patah tulang pada kaki dan segera dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Nimas (20), salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian, mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa itu bermula. Ia menuturkan bahwa korban mendadak terjatuh dari lantai dua Gedung Lawang Sewu sekitar pukul 18.15 WIB.
"Sendiri orangnya di atas, tidak tahu sedang apa, tiba-tiba bruk (jatuh)," ujar Nimas seperti dilansir dari TribunJateng.com, Jumat (29/5/2026).
Menurut kesaksiannya, korban berkunjung seorang diri ke Lawang Sewu.
"Datang sendiri, di atas sendiri, pas jatuh sampai ditolong, tidak ada teman-temannya yang datang," tuturnya.
Dia mengatakan, lantai dua Lawang Sewu biasanya digunakan untuk uji nyali.
"Lantai dua buat uji nyali, bayar naik ke sana, Rp50.000. Paling uji nyali itu orangnya," ungkapnya.
Warga lainnya, Safira (18) juga kaget saat mendengar suara teriakan dari lantai dua gedung Lawang Sewu.
"Lagi duduk-duduk, kaget ada yang teriak, terus mengecek kenapa, eh ada orang jatuh," kata Safira.
Secara terpisah, Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban terjatuh akibat terpeleset dan bukan karena sengaja melompat dari lantai dua bangunan.
"Benar, korban patah kaki. Kepeleset," kata Kompol Sugito, dikutip dari Kompas.com.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa korban berinisial HA (32), warga Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Selain itu, petugas juga menemukan bahwa korban membawa senjata tajam berupa mandau, senjata tradisional khas suku Dayak, saat berada di lokasi kejadian.
"Bukan keris, Mandau khas Dayak," ujarnya. (*)
Artikel Asli




