Meski Menjauh, Pengaruh Siklon Tropis Jangmi di Sulut Masih Perlu Diwaspadai

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

MALANG, KOMPAS-Banjir yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Utara, beberapa hari lalu, dipengaruhi oleh Siklon Tropis Jangmi yang berada di atas Papua, dekat Filipina. Meski saat ini pergerakan siklon tersebut mulai menjauhi wilayah Indonesia, pengaruhnya masih perlu diwaspadai.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Dhira Utama, Sabtu (30/5/2026), mengatakan, saat ini Siklon Tropis Jangmi tengah menjauhi Indonesia menuju barat. Intensitas pengaruhnya pun mulai menurun namun tetap masih perlu waspada.

“Kita lihat sekarang, pergerakan siklon tropis memang arahnya menjauhi dari wilayah Indonesia. Namun dalam beberapa hari ini, pengaruh siklonnya masih ada untuk Sulut, tetapi intensitasnya sudah mulai menurun. Kami juga masih mengeluarkan imbauan untuk 28 dan 29 Mei,” ujarnya saat dihubungi dari Malang, Jawa Timur.

Mengenai kondisi cuaca hari ini, Dhira menjelaskan beberapa wilayah di Sumut masih turun hujan dengan kategori ringan-sedang. Hujan kategori sedang, di antaranya terjadi di Kota Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondo Utara, dan Bolaang Mongondo Timur.

Terkait cuaca secara keseluruhan, wilayah Sulut mengalami transisi dari musim hujan ke kemarau. Berdasarkan prakiraan beberapa wilayah mulai masuk musim kemarau pada Juni. Sedangkan September-Oktober menjadi puncak kemarau.

“Jadi masa transisi ditambah kemarin ada siklon tropis menjadikan cuaca di wilayah Sulut cepat sekali berubah. Kemarin ada MJO (Madden-Julian Oscillation) juga, angin yang bertiup dari barat ke timur ini juga membawa dampak untuk cuaca di kawasan ini sehingga potensi hujan masih terjadi,” ujarnya.

Baca JugaBanjir Bandang Terjang Sitaro di Sulut, 11 Tewas, Sejumlah Warga Hilang

Pada kesempatan ini, Dhira juga membenarkan jika curah hujan pada Rabu (27/5/2026) cukup tinggi di beberapa wilayah. Di Minahasa Utara terpantau curah hujan mencapai 105,8 milimeter (mm). Sedangkan di Bolaang Mongondow 33,2 mm yang kemudian memicu terjadinya banjir bandang.

Dikutip dari Tribun Manado, hujan dengan intensitas sedang-deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow yang terjadi beberapa hari terakhir, mengakibatkan banjir bandang menerjang empat desa. Keempat desa itu adalah Komangaan, Solimandungan 1, Solimandungan 2, dan Solimandungan Baru, di Kecamatan Bolaang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, Adolf Tamangkel, mengatakan, banjir bandang disebabkan oleh Sungai Botuk yang meluap. Data sementara hasil kaji cepat ada 134 rumah warga terdampak.

Rincian rumah warga terdampak terbanyak ada di Desa Solimandungan 2, yakni ada 103 rumah yang dihuni 460 jiwa, termasuk 44 balita, 50 warga lanjut usia, dan 3 ibu hamil. Selain itu terdapat 2 rumah rusak berat, 2 sedang, dan 8 rusak ringan.

Tak hanya rumah, sejumlah fasilitas umum juga ikut terdampak, seperti tempat ibadah, gedung sekolah, kantor desa, dan puskesmas. Adolf pun memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sehari sebelumnya, Selasa (26/5/2026), banjir bandang juga  terjadi di Gorontalo. Berdasarkan siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir bandang dipicu oleh hujan lebat dan durasi lama sehingga mengakibatkan Sungai Didinga meluap.

Ada lima desa di Kecamatan Biau yang terdampak bencana, yakni Desa Biau, Bualo, Omuto, Didinga, dan Lohuto. Tidak ada laporan korban mengungsi dari peristiwa tersebut. Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Gorontalo Utara diterjunkan untuk melakukan assessment, petugas mengamankan barang-barang berharga ke lokasi aman.

Sementara itu, mengutip laman bmkg.go.id, meski sebagian wilayah Indonesia telah berada pada musim kemarau dan periode peralihan musim, BMKG mencatat masih terjadi hujan dengan intensitas ringan-lebat di sejumlah wilayah pada 25-27 Mei, terutama di sejumlah wilayah Indonesia bagian utara.

Curah hujan tertinggi tercatat di Maluku yakni 91,5 milimeter (mm) per hari, disusul Maluku Utara 78,8 mm, Kalimantan Barat (71 mm), Sulawesi Selatan (68 mm), dan Sulut (62 mm).

Terjadinya hujan signifikan di wilayah-wilayah itu tidak terlepas dari dinamika atmosfer yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian utara.

Secara spasial, aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia bagian utara. Pada periode yang sama, Madden-Julian Oscillation (MJO) juga terpantau melintas di utara Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku Utara.

Fenomena ini menyebabkan dominasi angin zonal baratan di sekitar ekuator hingga wilayah utara ekuator. Aliran angin baratan itu membentang dari Sumatera Bagian utara, Kalimantan, Sulawesi, hingga utara Papua. Pola ini berperan dalam membawa suplai massa udara basah ke wilayah Indonesia bagian utara sehingga mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas cukup signifikan.

Baca JugaSulut Siaga Hadapi Banjir dan Tanah Longsor Jelang Akhir Tahun

Selain faktor gelombang atmosfer, MJO, dan pola angin regional, Siklon Tropis Jangmi yang berkembang dari bibit Siklon Tropis 99W di sekitar Laut Filipina, sebelah utara Papua, juga memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di sebagian wilayah Sulut, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.

Dalam sepekan ke depan, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah, khususnya Indonesia bagian utara.

Siklon Tropis Jangmi diperkirakan berada di sekitar Laut Filipina, sebelah utara Papua. Sistem ini berpotensi membentuk daerah perlambatan kecepatan angin dan pertemuan angin yang memanjang dari Sumudera Pasifik di sisi utara Maluku Utara sampai Papua. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Gula Memberi Rasa Tenang Sesaat, tetapi Membebani Tubuh Anda?
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Jadwal Final Liga Champions PSG vs Arsenal Malam Ini: Jam Tayang dan Venue Pertandingan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Sukirman Siap Beri Sanksi Desa-desa Bermasalah di Pekalongan, Pungli Jadi Sorotan
• 9 jam laludimas4wibowo
thumb
Urus SIM Tanpa Repot, Simak Cara Buat dan Perpanjang SIM Lewat HP
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kesaksian Ketua RT soal Tingkah Paman Pembunuh Bayi di Bekasi: Agak Beda dari Anak Normal
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.