Film Suamiku Lukaku Soroti KDRT yang Tersembunyi di Balik Citra Harmonis

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia kembali menjadi sorotan. Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan 2026 mencatat sebanyak 376.529 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan sepanjang 2025.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan meningkat 14,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari seluruh kasus di ranah personal, sebanyak 83,70 persen merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dengan kekerasan terhadap istri menjadi bentuk yang paling banyak dilaporkan.

Komnas Perempuan bahkan menerima rata-rata 19 pengaduan setiap hari.

Tingginya angka tersebut menjadi latar relevan hadirnya film Suamiku Lukaku yang sudah tayang di bioskop sejak 27 Mei 2026. Film ini mengangkat kisah tentang seorang perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari sosok suami yang dihormati publik.

Realita tersebut dinilai dekat dengan banyak kasus di masyarakat, di mana pelaku kerap memiliki citra baik sehingga korban takut berbicara karena khawatir tidak dipercaya atau justru disalahkan.

Film Suamiku Lukaku dibintangi oleh Acha Septriasa, Baim Wong, dan Raline Shah. Ceritanya berfokus pada Amina, seorang ibu yang hidup dalam tekanan dan kekerasan dari suaminya, Irfan.

Di mata publik, Irfan dikenal sebagai sosok baik dan religius. Namun di balik pintu rumah, Amina harus bertahan menghadapi kekerasan demi melindungi anak mereka, Nadia.

Film ini juga menyoroti bagaimana korban KDRT sering terjebak dalam siklus abusive relationship, trauma bonding, tekanan sosial, hingga ketergantungan ekonomi yang membuat mereka sulit meninggalkan pelaku.

Pertanyaan seperti “kenapa tidak pergi saja?” masih kerap muncul di ruang publik tanpa memahami kompleksitas yang dialami korban.

Selain berdampak pada korban secara langsung, KDRT juga meninggalkan luka panjang bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan penuh kekerasan.

Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 mencatat bahwa satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan. Penelitian juga menunjukkan anak laki-laki yang tumbuh dalam lingkungan abusive berpotensi mengulang pola kekerasan serupa di masa depan.

Lewat Suamiku Lukaku, publik diajak untuk melihat bahwa kekerasan rumah tangga sering tersembunyi di balik citra harmonis dan status sosial keluarga.

Film ini bukan sekadar drama rumah tangga, tetapi juga pengingat bahwa korban membutuhkan dukungan, keberanian untuk didengar, dan lingkungan yang tidak menghakimi.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kasus kekerasan, dapat menghubungi layanan SAPA 129, Kepolisian di nomor 110, maupun UPTD PPA di wilayah masing-masing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paman di Bekasi Bunuh Keponakan Balita karena Diganggu Main Mobile Legends
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Registrasi SIM Card Kini Ada Biaya Verifikasi Wajah, Siapa yang Bayar?
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 200 M
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
HK catat lalin Tol Binjai-Langsa libur H+1 Idul Adha naik 25,27 persen
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pimpinan dan Guru Pesantren di Bima Ditangkap, Diduga Sodomi 10 Santri
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.