Pihak Masjid Istiqlal mengimbau jemaah untuk menitipkan alas kaki di area penitipan atau membawa kantong sendiri saat beribadah. Hal ini disampaikan menyusul ramainya keluhan kehilangan sandal dan sepatu usai salat Jumat di Istiqlal, Jumat (29/5).
Direktur Lembaga Pengembangan Media Masjid Istiqlal, M. Asdar, mengatakan kasus kehilangan alas kaki di kawasan Istiqlal bukan kejadian baru. Hampir setiap hari terjadi.
“Kalau mau dibahas terkait kehilangan alas kaki di Istiqlal, kejadiannya hampir tiap hari,” kata Asdar kepada kumparan, Sabtu (30/5).
Menurut dia, pihak Istiqlal selama ini terus mengingatkan jemaah agar tidak meninggalkan alas kaki sembarangan di area pintu masuk masjid.
“Selalu kita imbau ke jemaah untuk titipkan di penitipan. Atau bawa kantong sendiri, goodie bag, dll,” ujarnya.
Asdar menjelaskan, di sejumlah titik, termasuk area pintu Assalam, telah dipasang tulisan larangan meletakkan sepatu di depan pintu masuk. Petugas juga disebut rutin mengingatkan jemaah untuk menyimpan alas kaki di tempat yang lebih aman.
“Petugas di pintu masuk juga pasti akan infokan jangan simpan sepatu di depan pintu,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah jemaah mengaku kehilangan sandal dan sepatu usai menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal. Keluhan tersebut ramai dibagikan di media sosial. Beberapa unggahan bahkan menyebut dugaan kehilangan terjadi dalam jumlah banyak dalam waktu bersamaan.
Meski demikian, hingga kini belum diketahui pasti kronologi lengkap maupun jumlah barang yang dilaporkan hilang.
Terkait pengamanan, Asdar mengatakan tantangan utama pengawasan ada pada tingginya jumlah jemaah yang datang ke Istiqlal setiap harinya.
“Terkait memantau alas kaki, tantangannya di jumlah jemaah. Yang datang bukan puluhan orang tapi ribuan,” ujarnya.
Ia mengatakan sistem CCTV di Istiqlal lebih efektif membantu penanganan kasus kehilangan barang seperti tas atau telepon genggam, terutama jika korban segera melapor ke petugas.
“Kalau kehilangan HP, tas, dll, beberapa kasus berhasil dicegah. Yang penting korbannya sigap lapor ke petugas,” katanya.





