Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) belum menerima undangan resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan digelar pada Senin (1/6) mendatang.
Hal itu disampaikan ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, saat dimintai konfirmasi mengenai kemungkinan kehadiran Jokowi dalam upacara tersebut.
“Sampai saat ini kami belum menerima undangan ataupun surat fisik resminya,” kata Syarif saat dihubungi, Sabtu (30/5).
Karena belum adanya undangan resmi yang diterima, Syarif mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah Jokowi akan menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini atau tidak.
“Jadi belum bisa memastikan apakah Bapak akan hadir atau tidak,” tutur dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto akan menjadi inspektur upacara dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Pusat pada Senin (1/6) mendatang.
“Bapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara,” kata Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, dalam jumpa pers di Kantor BPIP, Jakarta, Jumat (29/5).
Dia menjelaskan, upacara ini akan dilaksanakan di Lapangan Gedung Pancasila, Jalan Taman Pejambon, Jakarta. Upacara akan dimulai tepat pukul 10.00 WIB.
Pada sore harinya, pukul 17.00 WIB, juga akan dilaksanakan upacara penurunan bendera. Namun, upacara ini dilakukan tanpa dihadiri tamu undangan.
Sekretaris Utama BPIP Toni Agung mengatakan BPIP mengundang Presiden dan Wakil Presiden terdahulu untuk menghadiri peringatan Hari Pancasila. Namun, BPIP masih menunggu konfirmasi siapa saja Presiden dan Wakil Presiden yang akan hadir.
“Ya, jadi sebagaimana yang saya sampaikan tadi, ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua presiden maupun wakil presiden pastinya kita undang semuanya,” katanya.
“Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir nanti akan kami sampaikan pada media semuanya ya,” tambah Toni.





