Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi wisata di kawasan Gunung Bromo, menyusul kecelakaan tunggal jip wisata yang menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Endrip Wahyutama Pranata Humas BB TNBTS mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meninjau ulang standar keselamatan operasional kendaraan wisata di kawasan taman nasional tersebut.
“BB TNBTS berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevaluasi keselamatan transportasi wisata,” kata Endrip di Kota Malang, Sabtu (30/5/2026).
Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari pengawasan kelayakan kendaraan wisata, kepatuhan pelaku jasa wisata terhadap standar keselamatan, hingga peningkatan kesiapsiagaan dalam penanganan keadaan darurat di lapangan.
Selain itu, BB TNBTS juga menyoroti mekanisme respons dan evakuasi apabila terjadi insiden di jalur wisata yang memiliki medan ekstrem seperti kawasan Gunung Bromo.
Endrip menegaskan, pihaknya mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Hasil investigasi diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan ke depan.
“Sehingga langkah-langkah perbaikan yang diperlukan dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” ujarnya dilansir dari Antara.
BB TNBTS juga menyampaikan duka cita atas insiden kecelakaan yang terjadi pada Jumat (29/5/2026) itu.
“Terkait kejadian kecelakaan yang terjadi kami menyampaikan duka cita kepada korban dan keluarga terdampak,” kata Endrip.
Kecelakaan terjadi di jalur wisata Gunung Bromo, tepatnya di tikungan Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Peristiwa bermula saat jip wisata bernomor polisi BG 1478 EF melaju dari arah utara menuju selatan, sebelum akhirnya hilang kendali, menabrak tebing, dan terguling.
Dalam insiden tersebut, dua orang dinyatakan meninggal dunia, yakni sopir jip wisata berinisial MS dan seorang wisatawan berinisial YWA.
Sementara itu, tiga penumpang lainnya, yaitu ZH, FR, dan FNN, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kepolisian Resor Pasuruan menduga kecelakaan disebabkan oleh kegagalan fungsi sistem pengereman pada kendaraan. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (ant/saf/faz)




