JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik Wedding Organizer (WO) Marwah yang diduga terlibat kasus penipuan terhadap puluhan calon pengantin berjanji akan mengupayakan pengembalian kerugian korban dalam waktu enam bulan apabila tidak menjalani hukuman pidana.
Pernyataan itu disampaikan saat pertemuan antara para korban dengan pihak yang diduga pelaku di Polres Metro Jakarta Timur.
Video pertemuan tersebut diunggah melalui akun Tiktok pribadi Kapolres Metro Jakarta Timur, @alfiannurrizal.id , dikutip Kompas.com, Minggu (31/5/2026).
Baca juga: Baru 24 Korban Terdata, Kerugian Kasus WO Marwah Sudah Rp 2,6 Miliar
Dalam pertemuan tersebut hadir penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, para korban, serta dua orang yang diduga telah diamankan dalam perkara tersebut.
Para korban menyampaikan tuntutan pertanggungjawaban atas kerugian yang mereka alami.
Salah seorang korban menegaskan bahwa fokus utama para korban adalah pengembalian hak mereka.
Menanggapi tuntutan tersebut, perempuan yang diduga merupakan owner WO Marwah menyampaikan pembelaannya.
"Kami ingin menjelaskan situasi kami, karena memang benar-benar kami yang dirugikan," katanya.
Pernyataan itu memicu reaksi dari sejumlah korban yang hadir dalam pertemuan. Namun, Alfian meminta para korban untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut.
"Jawab dulu. Jawab dulu," kata Alfian.
Baca juga: Pemilik WO Marwah Ditangkap, Total 58 Calon Pengantin Jadi Korban
Perempuan tersebut kemudian menyatakan kesediaannya untuk berupaya mengembalikan kerugian korban apabila tidak dipenjara.
"Kalau saya tidak dihukum, saya bisa usahakan dalam enam bulan. Insya Allah. Kalau Marwah bangkrut, saya bisa membangun yang lain," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Alfian menjelaskan alasan kepolisian mempertemukan para korban dengan pihak yang diduga pelaku.
"Mas dan mbak-mbak semua pasti ingin tahu. Kalau misalnya nanti tidak dipertemukan, akan muncul anggapan bahwa polisi tidak membantu terkait aset, jaminan, pertanggungjawaban, pengembalian dana, dan sebagainya. Karena itu saya sampaikan langsung. Inilah bentuk keterbukaan kami," ujar Alfian.