Istana Tegaskan Tak Pernah Umumkan Prabowo Kunjungi Italia, Hanya ke Perancis

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari mengatakan, pemerintah tidak pernah menyatakan Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Italia.

Qodari menyebut Prabowo hanya berkunjung ke Perancis saja pada Kamis (28/5/2026) kemarin.

"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Perancis," ujar Qodari dalam jumpa pers di Wisma Danantara, Jakarta, seperti ditayangkan Kompas TV, Minggu (31/5/2026).

Baca juga: Qodari Sebut Prabowo Unik, Satu-satunya di Dunia yang Berhubungan Baik dengan Putin, Trump, Xi Jinping

"Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," sambungnya.

Qodari mengatakan, kunjungan kenegaraan Prabowo ke Perancis sebenarnya sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sejak 22 April 2026.

Kunjungan Prabowo ke Paris ini merupakan kunjungan balasan terhadap Presiden Perancis Emmanuel Macron yang telah ke Indonesia pada tahun 2025.

"Kalau teman-teman membuka file ke belakang, sudah dinyatakan oleh Pak Sugiono dan waktu itu beliau mengatakan dalam kutipan langsung, dan juga ada rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Perancis dalam waktu dekat," ucap Qodari.

Qodari mengeklaim, Sugiono sudah menyampaikan beberapa target kerja sama dengan Perancis.

Baca juga: Prabowo Tunjuk AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Misalnya seperti di bidang pertahanan, di mana pemerintah Indonesia telah memperoleh sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Perancis.

"Karena itu diperlukan transfer teknologi untuk penguasaan alutsista tersebut," kata Qodari.

Selanjutnya, kerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sehingga, jelas Qodari, apa yang dilakukan adalah beyond procurement, yakni tidak sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi.

"Di luar itu dapat ditambahkan bahwa memang kita semua mengetahui bahwa ada hubungan personal yang sangat kuat antara kedua kepala negara, dan kita tahu bahwa modal sosial itu tidak kalah pentingnya," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejayaan dan Kejatuhan yang Singkat, Liverpool dan Arne Slot Resmi Berpisah
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tips Agar Tidak Mabuk Perjalanan saat Naik Mobil ber-AC
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Meta Dikabarkan Kembangkan Liontin Berbasis AI, Siap Diuji Coba Tahun Depan
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jemaah Nafar Tsani Tinggalkan Mina, Proses Kepulangan ke Mekkah Berjalan Lancar | KOMPAS SIANG
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
AS Ancam Perang Lagi dengan Iran Jika Tak Ada Kesepakatan Mutlak
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.