Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) optimistis tekanan terhadap nilai tukar rupiah akan mereda dalam dua hingga tiga bulan ke depan, seiring membaiknya kondisi ekonomi global dan stabilitas pasar keuangan internasional.
Purbaya menyebut, sejumlah perkembangan geopolitik global mulai menunjukkan arah positif, termasuk potensi meredanya ketegangan antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel yang dinilai dapat memperbaiki sentimen pasar dunia.
“Jika Anda melihat portal pemberitaan internasional, pemberitaan menyebutkan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan Israel sangat dekat untuk mencapai suatu kesepakatan, bukan? Artinya, prospek perdamaian dan kondisi global yang lebih baik mulai terlihat. Saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan situasinya akan jauh lebih baik dibanding sekarang,” kata Purbaya di kantor Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Purbaya yakin ke depan kondisi ekonomi Indonesia akan menguat, seiring penguatan kurs rupiah.
“Artinya, gangguan-gangguan yang sampai batas tertentu menyebabkan pelemahan rupiah juga akan menghilang. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat dan rupiah juga akan menguat,” ujarnya.
Dalam jangka pendek, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mendorong sektor perbankan dan Bank Indonesia untuk mengintervensi pasar obligasi, untuk memastikan yield tidak meningkat terlalu tajam.
“Mengapa kami melakukan itu? Untuk memastikan investor asing yang saat ini memegang obligasi domestik tidak mengalami apa yang disebut kerugian modal (capital loss), yang dapat mendorong mereka menarik dananya ke luar negeri.
Purbaya memastikan koordinasi antara kementerian dan lembaga di Indonesi berjalan dengan stabil, khususnya untuk memastikan kondisi finansial tetap kuat dan stabil.
“Dengan kerja sama yang baik, saya yakin kami akan mampu memulihkan kepercayaan terhadap rupiah,” ujarnya. (lea/saf/ham)




