Jakarta, CNBC Indonesia - Keluarga petani asal Montana, Amerika Serikat memanen penghasilan ratusan ribu dolar lewat konten di YouTube. Adalah Nick Welker dan keluarganya dari Montana, AS, yang sukses memonetisasi kehidupan bertani mereka.
Dilansir dari The Wall Street Journal, Welker menjadi generasi keempat yang menggarap lahan keluarganya. Nick dan saudaranya Scott, serta ayah mereka Bob, menjadi bagian dari aginfluencers atau influencer pertanian.
Pada musim paceklik, pria berusia 40 tahun itu mengaku hanya bisa menghasilkan US$5.000 (sekitar Rp80 juta) dari bertani. Tetapi bisa meraup ratusan ribu dolar (miliaran rupiah) hanya dengan mengunggah konten tentang pertanian.
Uang itu telah membantu keluarganya bertahan melewati masa-masa harga panen yang lesu dan kekeringan berkepanjangan yang menyengsarakan berbagai lahan pertanian di AS.
"Saya masih tidak habis pikir betapa mereka sangat menyukai konten kami. Mereka benar-benar suka melihat kami bekerja," ungkap Walker dikutip Minggu (31/5/2026).
Survei dari oleh Federal Agricultural Mortgage Corp menyebutkan lembaga pemberi pinjaman pertanian memperkirakan kurang dari setengah produsen pertanian yang mampu mencetak keuntungan pada 2026. Sedangkan berdasarkan data terbaru dari Departemen Pertanian AS (USDA), sebanyak 86% pertanian keluarga memperoleh sebagian besar pendapatan rumah tangga mereka dari sumber di luar pertanian pada 2024.
Keluarga Welker telah mengumpulkan lebih dari satu juta pengikut gabungan di berbagai platform media sosial. Iklan YouTube pada video mereka menghasilkan ribuan dolar per tahun.
Merek traktor ternama seperti Case IH bahkan membayar mahal agar alat mereka ditampilkan di kanal YouTube Welker. Itu belum termasuk penjualan topi dan sweatshirt bermerek Welker Farms.
Welker mengatakan dibanjiri tawaran kontrak endorsement berbayar, namun ia menolak segalanya mulai dari iklan pakaian dalam hingga tawaran acara reality show TV.
Keluarga Welker pertama kali tiba di Montana lebih dari seabad lalu, membuka lahan di sebidang tanah rumput sederhana. Keluarga tersebut kini memiliki lahan operasional sekitar 12.000 hektar yang ditanami campuran gandum serta tanaman seperti kacang polong dan miju-miju.
Beberapa video viral pertama mereka di pertengahan tahun 2010-an mendokumentasikan restorasi traktor Big Bud, sebuah mesin raksasa yang memiliki pengikut fanatik di kalangan pencinta traktor.
Ayah Welker, Bob, awalnya tidak langsung percaya pada media sosial. Ia mengenang putranya sering menghentikan pekerjaan tani demi menerbangkan drone atau mengejar sudut pengambilan gambar yang lebih baik
Ayah dan saudaranya yang lebih fokus pada target kerja sempat dibuat frustrasi. Namun, video-video tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Menurut Walker, bisnis media sosial ini sekarang menyediakan aliran pendapatan tahunan, menghasilkan sekitar $5 untuk setiap $1 yang diinvestasikan pada peralatan, kamera, dan editor video.
Dalam beberapa tahun terakhir, Welker dan saudaranya, Scott, berhasil mengumpulkan cukup modal untuk memindahkan keluarga mereka dari rumah kontainer (double-wide trailers) ke rumah baru.
Popularitas keluarga Welker membuat mereka menjadi anomali di antara sekitar 3.300 penduduk di Shelby, Montana. Welker khawatir pekerjaan keluarganya sebagai influencer menjauhkan mereka dari beberapa tetangga dan memperkecil peluang untuk menyewa lebih banyak lahan di sekitar sana.
Belum lagi masalah penggemar. Para pengikut menjuluki Nick sebagai "Hollywood" karena aksi panggungnya di depan kamera, dan Scott sebagai "Leg Arms" karena ukuran tubuhnya yang besar.
Setiap musim panas, puluhan wisatawan yang sedang dalam perjalanan menuju Taman Nasional Glacier sengaja berbelok ke jalan masuk rumah mereka. Para wisatawan berharap bisa mengobrol soal traktor dan melihat pertanian itu secara langsung.
Namun, sejak seorang penggemar digigit oleh anjing pertanian, keluarga tersebut memasang papan kayu di sepanjang jalan bertuliskan "hanya menerima kunjungan dengan janji temu".
Setelah satu dekade aktif di internet, keluarga Welker merasa momentum media sosial mulai melandai. Nick Welker mengatakan ia kini hanya mengunggah konten dua kali seminggu, bukan lagi setiap hari, seiring bertambahnya tanggung jawab pertanian dan keluarga yang kian tumbuh.
Jumlah penayangan (views) mulai merosot, kemitraan paling menguntungkan Welker Farms telah berakhir, dan sudah seminggu berlalu sejak mereka menerima surat penggemar terakhir.
Welker mengatakan ia selalu tahu bahwa perhatian publik pada akhirnya akan memudar. Keluarga tersebut telah menggunakan uang dari media sosial untuk membeli properti sewaan di daerah pegunungan dan sedang mempertimbangkan investasi properti lainnya guna mendiversifikasi pendapatan mereka.
Meski begitu, Welker tidak berpikir ada pendapatan luar pertanian tradisional yang bisa menandingi apa yang telah mereka hasilkan secara daring.
"Ketenaran internet itu punya masa kedaluwarsa seperti buah pisang. Saya terus berharap sektor pertanian bisa kembali bangkit pada saat ketenaran ini berakhir, tetapi hal itu belum terjadi sampai sekarang," kata Welker.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google




