Gowa: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyatakan pelayanan di RSUD Syekh Yusuf tetap berjalan setelah kebakaran yang menghanguskan ruang Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) dan Radiologi. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi polisi terkait insiden yang terjadi di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Kita belum tahu, masih simpang siur (penyebab kebakaran) untuk sementara ini dikatakan arus pendek, tapi itu belum final. Nanti kita lihat hasil dari investigasinya dari aparat kepolisian," kata Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2026.
Langkah yang dilakukan sejauh ini usai insiden kebakaran itu, manajemen telah mengupayakan pemulihan layanan, mengingat saat kejadian pada Jumat, 29 Mei 2026, sebagian pasien masih panik. Namun, pelayanan rumah sakit tetap berjalan.
Baca Juga :
"Mungkin karena masyarakat belum tahu, masih merasa ada trauma, mereka masih ragu datang. Tapi kita lihat masih ada pasien di UGD dilayani seperti biasa. Jelasnya, rumah sakit tidak akan pernah tutup, tetap melayani masyarakat," tuturnya.
Pihak manajemen rumah sakit setempat, kata dia, telah diinstruksikan untuk menghitung kerugian dampak dari kebakaran tersebut. Pasalnya, ruangan radiologi penting untuk dipulihkan segera.
Sementara, Direktur Utama RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa dr Gaffar menyatakan informasi terkait kebocoran radiasi berisiko tinggi saat kebakaran di ruang radiologi tidak benar.
"Untuk radiasi sendiri tidak ada, karena ini bukan radio terapi, tapi radio diagnostik jadi kita tidak gunakan. Jadi risiko itu hamper pasti tidak ada. Tim Inafis dan Gegana sudah mematikan potensi dan ambang batas tidak ditemukan (radiasi Kimia)," ujarnya.
Saat ini, upaya yang dilakukan adalah menginventarisasi kerugian untuk dilaporkan kepada pimpinan. Hasilnya akan menjadi dasar usulan rehabilitasi atau pemulihan lanjutan pada bangunan yang terdampak.
Mengenai standar operasional prosedur (SOP) saat terjadi kebakaran, dr Gaffar menyebutkan bahwa prosedur telah dijalankan dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Upaya tersebut dilakukan untuk memadamkan api sebelum meluas ke ruangan lain.
"Itu sudah dipakai untuk menghalau, dan buktinya ada ruangan yang bisa kita selamatkan. Radiologi hampir separuh, tidak terbakar semua kita lihat situasi. Ruang gizi juga kita selamatkan dengan mekanisme SOP yang dipunyai terkait dengan pemadam kebakaran," jelasnya.
Foto suasana saat kebakaran di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Jumat, 29 Mei 2026. ANTARA/Dok
Sebelumnya, musibah kebakaran terjadi di RSUD Syekh Yusuf sekitar pukul 12.30 WITA usai salat Jumat. Atas kejadian itu, pengunjung dan pasien panik. Bahkan, pasien dievakuasi keluar rumah sakit beserta ranjangnya. Api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian oleh Damkar.
Kapolsek Somba Opu Kompol Hambali menyatakan, setelah menerima informasi, personel langsung turun ke lokasi kejadian. Beruntung Damkar segera memadamkan api sehingga tidak merambah ke ruangan lain. Usai kejadian, garis polisi dipasang lalu dilaksanakan olah TKP.
"Jadi, olah TKP (tempat kejadian perkara) ini untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Tetapi, dari informasi dan dugaan awal, pemicu kebakaran diduga korsleting listrik, namun hasil resminya belum keluar," paparnya.




