Seskab Teddy Ungkap Jumlah Rombongan Prabowo ke Luar Negeri Sudah Berkurang Separuh, Dulu 120 Orang

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan jumlah rombongan Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke luar negeri sudah berkurang besar-besaran dibanding periode sebelumnya.

Ia menyebut, jumlah tersebut bahkan berkurang lebih dari separuh.

Hal ini disampaikannya untuk menjawab saran dan masukan dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

"Jumlah rombongan. Ini sangat penting, jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh, dari periode sebelumnya," kata Seskab Teddy menyampaikan jawaban dalam keterangan video yang diunggah melalui akun @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia sedang Krisis, Harus Dekat dengan Pemimpin Dunia

Teddy lalu membandingkan jumlah rombongan ketika eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal masih menjabat pada 2014.

Di masa itu, rombongan Presiden ke luar negeri biasanya berjumlah sekitar 120 orang.

"Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal," ungkap Teddy.

"Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," imbuh dia.

Lebih lanjut ia menekankan, jadwal kunjungan luar negeri Presiden Prabowo diatur sejak setahun sebelumnya, kecuali yang sifatnya mendesak sesuai kebutuhan dalam dan luar negeri.

Adapun biaya perjalanan, sepenuhnya ditanggung oleh dana pribadi Prabowo jika lebih dari yang dianggarkan.

Baca juga: Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Sendiri Biaya Perjalanan Luar Negeri jika Sudah Melebihi Anggaran

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Oleh karenanya Teddy menyatakan, kunjungan luar negeri Prabowo bukan bermaksud untuk gagah-gagahan.

"Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial. Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir," tandas Teddy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Segera Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Naik 3,2 Persen Saat Libur Panjang Idul Adha
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pajak Hotel dan Restoran di Bali Naik, Walaupun Kunjungan Wisman Turun
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
AMPHURI Minta Pelunasan Biaya Haji Khusus 2027 Dipercepat demi Jaminan Layanan Jamaah
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Harga Solar di SPBU BP Turun Jadi Rp25.060 per Liter
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.